Pulang Ngaji Disabet Samurai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pulang Ngaji Disabet Samurai

Pulang Ngaji Disabet Samurai

Written By Angga Praditya on Senin, 04 Desember 2017 | 12.00.00

Dihadang Begal Dua Kali di Bakanmaja Cikampek

KOTABARU, RAKA - Cikampek dan Kotabaru kembali tidak aman. Komplotan begal yang sempat redup, kembali beroperasi di sekitar jembatan layang Cikampek hingga Jomin.
Buktinya, seorang warga Sukaseuri, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, Muhammad Rizal (29) menjadi incaran empat orang begal yang mengendarai dua motor, sekitar pukul 00.30, Minggu (3/12). Aksi mereka terencana. Pasalnya, mereka melakukan penghadangan dua lapis. Korban yang saat itu pulang pengajian di daerah Cinangka, Bungursari, Purwakarta, dihadang oleh dua orang begal di tengah Jalan Raya Jenderal Sudirman, tepatnya di daerah Kencoan. Pelaku yang mengenakan penutup wajah mengacungkan samurai, lalu menyabet Rizal saat berusaha menghindari hadangan pelaku. Lolos dari hadangan pertama, tidak membuat korban aman. Tidak jauh dari Kencoan, dua begal lainnya melakukan penghadangan. Beruntung, korban yang saat itu mengendari motor matik kembali berhasil menghindari sabetan samurai pelaku yang semakin beringas. Gagal menaklukan korban, kelompok begal tersebut memilih kabur. "Melihat postur tubuh pelaku seperti masih ABG. Cuma wajahnya ditutupi tergos," ungkap Taufik (27) rekan korban kepada Radar Karawang, Minggu (3/12) kemarin.
Dari kejadian tersebut, kata Taufik, korban langsung mengabari dirinya yang saat itu masih di lokasi pengajian, agar tidak pulang terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan komplotan begal tersebut masih berkeliaran di sekitar Cikampek dan Kotabaru. "Saya juga awalnya mau pulang, pas dapat kabar teman dihadang para pelaku kejahatan, saya jadi takut. Terpaksa saya menginap, sambil saya menanyakan kondisi teman saya yang menceritakan kejadian yang dialaminya," ujarnya.
Taufik meminta agar aparat kepolisian lebih sering melakukan patroli terutama malam minggu. Ia khawatir akan banyak korban berjatuhan jika komplotan begal tersebut tidak segera digulung. "Takutnya banyak warga yang melintas di malam hari jadi korban kejahatan," ujarnya.
Sementara korban hingga berita ini diturunkan masih dalam keadaan syok. Dirinya lebih memilih menengkan diri ke wilayah Subang. "Saya takut dicari-cari begal," tuturnya.
Kapolsek Kotabaru Ipda Asep Nugraha sempat mengatakan jika aksi kejahatan malam hari di wilayahnya dinilai masih tinggi. "Iya memang benar, kriminalitas di wilayah Kecamatan kotabaru masih tinggi. Saya menghimbau untuk warga selalu berhati-hati," pungkasnya. (ian) 
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template