Proyek Taman Singaperbangsa Bikin Kecewa Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Proyek Taman Singaperbangsa Bikin Kecewa Warga

Proyek Taman Singaperbangsa Bikin Kecewa Warga

Written By Angga Praditya on Senin, 04 Desember 2017 | 17.30.00

KARAWANG, RAKA - Proyek Taman Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (BKKBS) yang juga disebut sebagian warga sebagai Taman Singaperbangsa mengecewakan. Bukan saja tata tamannya yang kurang menarik tetapi juga masih ditemukan adanya botol miras di sekitar taman. Karenanya Pemkab Karawang diminta mamasang closed circuit television (CCTV) di lokasi taman.
"Taman ini sebelum direnovasi setiap malam minggu selalu menjadi lokasi untuk minum-minuman keras. Kalau sekarang alhamdulillah sudah jarang ditemukan ada botol minuman keras disekitar lokasi, tetapi bukan berarti tidak ada sebab kami masih menemukan beberapa botol minuman keras dari lokasi," ungkap anggota Komunitas Parkour Karawang Alfi F (21) kepada Radar Karawang, Minggu (3/12).
Menurut Alfi, ditemukannya botol minuman keras di sekitar lokasi, hal itu terjadi akibat kurang adanya perhatian dari pemerintah daerah sekalipun lokasi tersebut berada di samping kantor pemda. "Taman kurang diurus kami dari komunitas minta pemda bisa sediakan sarana bangku dan lainnya terutama pengawasan CCTV," ungkapnya.
Alfi juga mengeluhkan proyek renovasi taman yang direnovasi menggunakan dana bantuan CSR PT Toyota kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) lamban.
Alfi menyayangkan jika taman yang disebutnya Taman Singaperbangsa Karawang itu tidak disertai pembenahan hingga dinyatakan selesai total. "Kenapa hanya begini saja taman ini dibuat. Harusnya minimal seperti Karangpawitan agar pemanfaatannya lebih besar lagi," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Warga Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran Dede M (25) yang sedang berlatih olah raga parkour (seni gerak dengan cara melompat) di lokasi taman. Dia menyampaikan adanya perbaikan taman yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang, mestinya menjadikan kota Karawang lebih indah dan dilakukan jangan setengah-setengah. "Saya baru pertama kali ke sini. Jika taman ini sudah selesai pasti bagus, mungkin belum selesainya karena belum dikerjain saja," ungkapnya
Harusnya, kata Dede, Pemda melaksanakan pengerjaan taman agar bisa lebih maksimal, sehingga pemanfaatan terhadap taman yang sudah agak lama bisa segera mungkin dilakukan perapihan, hingga akhirnya masyarakat yang akan memanfaatkannya baik muda maupun tua akan senang jika taman sudah 100 persen. "Kita dari komunitas parkour setiap minggu di sini. Saya baru pertama. Karawang sudah harus lebih dari Purwakarta yang sudah agak maju lebih dulu," ujarnya.
Jangan berikan harapan yang bertele-tele terhadap masyarakat Karawang, jika Karawang bisa maju dan hal itu perlu untuk dilakukan dorongan, kata Dede pemda harus siap dengan kritikan masyarakat agar lebih maju. "Jangan berikan angan angan saja buat masyarakat jika kalau ingin maju maka buktikan," ungkapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template