Proyek Jembatan Darawolong Diprotes - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Proyek Jembatan Darawolong Diprotes

Proyek Jembatan Darawolong Diprotes

Written By Angga Praditya on Selasa, 05 Desember 2017 | 14.00.00

Pembangunan Dilanjut Tanpa Papan Proyek

PURWASARI, RAKA - Jembatan Darawolong dan Purwasari yang selama ini ditunggu-tunggu oleh warga setempat akhirnya mulai dilanjutkan pekerjaannya. Meski demikian, pekerjaan pembangunan yang sudah berjalan sekitar hampir dua minggu itu menuai kritik.
Pasalnya selain tidak memberikan laporan kepada pihak kecamatan, pembangunan jembatan tersebut juga dinilai terlalu mepet dipenghujung tahun.
Kasi Ekbang Kecamatan Purwasari Endang Kurnia mengatakan, sudah hampir menginjak dua minggu berjalan, dua pengerjaan pembangunan jembatan di dua desa yang berbeda tersebut sama sekali tidak memberikan laporan pengerjaan. Maka wajar saja kata dia, jika aparat pemerintahan kecamatan sendiri tidak tahun secara detail proyek pembangunan jembatan tersebut. "Yang saya tahu hari ini adalah pelaksanaan pengerjaan jembatan untuk tahap kedua, kalau tahap pertama dulu ada laporannya, jadi kita tahu siapa yang mengerjakan dan rincinya," akunya.
Berkembangnya pembangunan di wilayah Purwasari tentu semua pihak baik desa setempat maupun pelaku pengerjaan harus mengetahui tata perizinan untuk berbagai pembangunan yang akan dibangunkan nantinya. Jangan sampai kata dia, dari semua pembangunan yang tengah dilaksanakan baik perumahan maupun jembatan lainnya tidak memiliki izin pembangunan. "Yang jelas pihak Kecamatan Purwasari sama sekali tidak mengetahui sekecil apapun tentang pembangunan itu," jelasnya.
Tidak hanya itu, bahkan kata dia, setelah dilakukan pengecekan ke lokasi pembangunan, tidak ada papan proyek yang menggambarkan secara rinci proyek tersebut. Padahal kata dia, sudah jelas setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pusat maupun daerah harus disertai dengan papan proyek. Sehingga tidak ada kecurigaan yang timbul dalam setiap diri masyarakat. "Untuk pelaksanaanya aja sudah tidak terbuka ke masyarakat apalagi untuk ke kecamatan," ungkapnya.
Dia meminta ke depan segala apapun pembangunan yang dikerjakan di wilayah Purwasari harus mentaati tata tertib administrasi dan perizinan, agar pelaksanaan bisa berjalan dengan baik dan lancar serta ada keterbukaan dari pihak yang mengerjakan pembangunan itu sendiri. "Yang mengerjakaan PUPR (pihak ketiga), itu aja yang saya tahu, soalnya tidak ada tembusan kesini," terangnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Kapolsek Purwasari, IPDA Muh Sulton, dirinya meminta kepada setiap pengembang maupun pengerjaan pembangunan tersebut untuk lebih terbuka agar bisa diketahui langsung oleh masyarakat setempat. "Nanti akan kita pertanyakan, soalnya belum ada tembusan juga kesini," jelasnya.
Anggota Komisi C DPRD Karawang Saepudin Permana juga mengkritisi pembangunan jembatan tersebut. Pasalnya komisi C sudah sejak lama menyampakan keluhan dari masyarakat akan kondisi jembatan yang ada di Desa Purwasari dan Darawolong tersebut. Tetapi baru di minggu-minggu ini mulai dilanjutkan pekerjaannya. "Itu juga hasil kami terus ngomong ke PUPR, saya fikir pekerjaannya terlalu mepet diakhir tahun yah," ujarnya.
Dia berharap pihak eksekutif bisa menjalankan tugas dengan baik, pasalnya lambannya penyerapan anggaran menjadi salah satu penghambat juga dalam pembangunan. Terlebih jika pembangunan dilakukan mepet diakhir tahun seperti jembatan Darawolong, maka pekerjaannya bisa asal-asalan. "Harusnya jauh-jauh hari itu, karena anggaranya memang sudah di plot di tahun 2017," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template