Produksi Keripik Keong Terhenti - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Produksi Keripik Keong Terhenti

Produksi Keripik Keong Terhenti

Written By Angga Praditya on Jumat, 22 Desember 2017 | 15.00.00

Tidak Punya Alat Pengering

RAWAMERTA, RAKA- Keripik keong mas yang merupakan salah satu usaha baru masyarakat Desa Cibadak, terpaksa dihentikan selama musim hujan. Pasalnya, tidak adanya panas matahari untuk proses penjemuran dan alat yang dinilai kurang memadai, menjadi kendala usaha rumahan tersebut. Namun hal tersebut tidak menghentikan produksi daging keong berhenti untuk memenuhi kebutuhan salah satu angkringan yang sengaja meramu daging keong menjadi sate.
Sebetulnya harapan masyarakat Dusun Kawista, Desa Cibadak setelah dibukanya produksi keripik keong dinilai sangat besar. Pasalnya, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan tambahan uang saku dengan memunguti dan membersihkan hewan bercangkang tersebut. Selain itu, petani juga diuntungkan, karena bisa mengendalikan pertumbuhan populasi hama keong yang merupakan kategori hama tanaman padi yang dinilai cukup ganas.
Aimar, Ketua Kelompok Wanita Tani Desa Cibadak, mengatakan, saat ini produkai kripik keong memang dihentikan sementara, karena cuaca dinilai kurang mendukung. Pasalnya, untuk menjadikan kripik keong yang bagus, membutuhkan terik matahari dan panas yang maksimal. Namun, meskipun keripiknya sudah tidak produksi, saat ini dirinya tetap memproduksi daging keong untuk di jual ke angkringan-angkringan. "Produksi kripik keong memang dihentikan, tapi kita tetap produksi dengan menjual dagingnya," ujarnya, kepada Radar Karawang.
Masih kata dia, sambil menunggu cuaca bagus. Dirinya beserta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cibadak, terus meramu dan mencari inovasi lain untuk kelanjutan keripik keong kedepannya. Untuk saat ini, ia mengaku tidak bisa menghentikan produksi keong meskipun dagingnya. Karena masyarakat sudah terlanjur tahu dan memganggap bahwa daging keong tetap diproduksi. "Mau dihentikan juga kasihan masyarakat, soalnya setiap hari ada saja yang memabawa keong dan minta dibayarin, kalau ditolak kasihan juga kan. Untung ada yang nerima daging keongnya juga," ucapnya.
Ketua BUMDes Desa Cibadak Babay, membenarkan, untuk saat ini produksi keripik keong mas memang lambat, dan cuaca dinilai menjadi kendala utamanya. Selain cuaca, penjualan pun dinilai masih tersendat. Mengingat, keripik keong ini merupakan produksi baru. "Sambil menunggu inovasi, kita tetap jual dagingnya buat di angkringan," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template