Pintu Kereta Api Liar Diusulkan Dilegalkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pintu Kereta Api Liar Diusulkan Dilegalkan

Pintu Kereta Api Liar Diusulkan Dilegalkan

Written By Angga Praditya on Jumat, 15 Desember 2017 | 20.15.00

KARAWANG, RAKA - Masih soal perlintasan pintu kereta api liar, desakan untuk menutup pintu kereta api illegal itu kembali mengemuka. Alasannya perlintasan tanpa perlengkapan lenkap pintu kereta api itu rawan terjadi kecelakaan. Meski diluar itu banyak kepentingan masyarakat yang harus dikorbankan.
Untuk jalur lintasan kereta api Karawang Kota sendiri, dari mulai lintasan Tanjungpura hingga Klari tercatat dua perlintasan kereta api ilegal rawan kecelakaan, yakni di lintasan Tanjungpura dan Warungbambu yang masih tetap dipertahankan dibuka. Alasannya, perlintasan itu dipergunakan masyarakat karena merupakan jalur lintasan masyarakat setempat dalam melakukan aktivitas perekonomian sehari-hari.
"Ada dua pintu lintasan kereta api yang belum dilengkapi peralatan lengkap pintu kereta api di jalur lintasan Stasiun Karawang Kota. Satu di Warungbambu dan satunya di lintasan Tanjungpura. Perlintasan pintu kereta api itu masih digunakan masyarakat untuk menyeberang," ucap penjaga perlintasan pintu kereta api Tuparev Sidik, baru-baru ini kepada Radar Karawang di posnya.
Dia menyebutkan, belum ada petugasnya karena pintu perlintasannya ilegal. Kalau pun ada itupun inisiatif warga yang peduli untuk mengatur lalulintas kendaraan ketika ada kereta akan melintas. "Warga yang berinisiatif saja yang suka menutup pintu perlintasan. Banyak juga yang hanya menggunakan batang bambu atau kayu untuk memberitahukan kalau ada kereta akan melintas," ucap Sidik.
Sementara soal jumlah lengkapnya perlintasan pintu kereta api liar, Sidik mengaku tidak mengetahui. Dia sendiri baru dua tahun bertugas di pintu perlintasan kereta api Tuparev. Kendati demikian dia berharap agar perlintasan-perlintasan liar seperti itu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena rawan terjadi kecelakaan.
Berdasarkan data Radar Karawang di kabupaten Karawang tercatat ada sekitar 68 titik pintu kereta api ilegal mulai dari Tanjungpura - perbatasan Subang dan jalur utara Cirebon dan Tanjungpura -  perbatasan Purwakarta untuk jalur Selatan arah Bandung.
Pemerintah Pusat sendiri melalui Kementrian Perhubungan sempat meminta semua daerah untuk menutup lintasan pintu kereta api ilegal. Hal ini untuk mengamankan jalur kereta api dari masyarakat dan juga buat keamanan semua. Hanya saja Kabupaten Karawang menolak rencana Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Kereta Api yang meminta agar semua lintasan  pintu kereta ilegal ditutup. Alasan penolakan karena  banyak kepentingan masyarakat yang akan terganggu.
Alasan lain penolakan penutupan pintu kereta api ilegal juga akan menutup akses bahkan mengisolasi masyarakat setempat yang selama ini menggunakan pintu kereta itu untuk melakukan aktifitas perekonomiannya. Karena itu Dishub sempat punya mengusulkan agar perlintasan kereta api liar itu dilegalkan atau pemerintah daerah memberikan fasilitas yang lebih layak dan dibuatkan pintu yang lebih moderen tidak menggunakan batang kayu atau bambu. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template