Petani Tadah Hujan Ragu Tanam Padi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Tadah Hujan Ragu Tanam Padi

Petani Tadah Hujan Ragu Tanam Padi

Written By Angga Praditya on Kamis, 07 Desember 2017 | 18.00.00

Sudah Tiga Hari Hujan Tidak Turun

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Sikap ragu petani untuk memulai tanam padi ternyata merembet hingga petani tadah hujan di Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat. Mereka khawatir jika memaksa menanam bibit padi tidak tumbuh karena kurang pasokan air.
"Bibit padi yang sudah empat hari disemai biasa butuhkan air yang cukup agar kualitas bibit tetap terjaga ketika tanam nanti. Tetapi sekarang sudah tiga hari hujan tidak turun padahal sekarang musim hujan. Ini yang kami khawatirkan, karena untuk petani tadah hujan seperti kami curahan air hujan merupakan pasokan utama air sawah," ucap Aman (41) petani Kampung Bakansambo, Desa Wanajaya, Rabu (6/12).
Menurut Aman rata-rata petani sawah tadah hujan setempat khawatir terjadi gagal panen karena curah hujan dalam sepekan terakhir masih minim sehingga menyebabkan pertumbuhan padi terhambat. Lahan sawahnya yang ada di wilayah tersebut hanya mengandalkan air hujan untuk irigasi. "Jika curah hujan semakin tinggi pada awal musim hujan, maka ia bisa secepatnya tanam. Rata-rata, curah hujan tinggi pada Bulan Desember, maka para petani segera mengolah tanah dan bisa tanam di bulan itu," jelasnya.
Senada itu, Wayat (38) juga petani Bakansambo justru khawatir jika tidak bisa segera tanam maka tidak akan bisa panen padi. Pasalnya, tanaman padi akan tumbuh diakhir musim hujan otomatis pasokan air pun menjadi berkurang. “Kalau kurang air bisa gagal panen. Makanya saya ragu untuk memulai tanam saat ini,” ungkapnya.
Sementara Yunandi, pemerhati pertanian di Desa Wanajaya, mengungkapkan kecenderungan petani membaca gejala alam sudah menjadi hal biasa yang dilakukan. Petani tadah hujan lebih berhati-hati untuk menanam ketimbang petani irigasi. Karena petani irigasi sumber airnya sudah bisa diprediksi dan ini berbeda dengan petani tadah hujan yang mengandalkan curah hujan sebagai sumber utama air sawah melalui sungai-sungai yang ada di pegunungan. 
"Sungai Cikaradak memang menjadi tumpuan petani di wilayah itu, akan tetapi sungai itu bukan tersier yang airnya cukup baik, dan di musim penghujan pun kadang air mengalir dengan cepat ke sungai Cibeet, hal itu yang membuat para petani mengandalkan hujan untuk kelangsungan mereka bersawah," ungkapnya.
Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Telukjambe Barat Drs. Abidin ketika dikonfirmasi perihal keragu-raguan petani untuk tanam padi ternyata tidak berada di kantor. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template