Petani Pancawati Alih Profesi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Pancawati Alih Profesi

Petani Pancawati Alih Profesi

Written By Admin Raka on Jumat, 15 Desember 2017 | 19.30.00

Jadi Buruh Serabutan

KLARI, RAKA - Habisnya lahan pertanian di Desa Pancawati membuat sejumlah masyarakat di Dusun Bakanjati RT 03/01, Desa Pancawati, Kecamatan Klari berpindah mata pencaharian. Ada yang menjadi pekerja serabutan bahkan ada juga yang menjadi penunjuk arah pengendara untuk menghindari razia polisi.
Seperti yang dialami Asih (35), salah satu ibu rumah tangga dengan dikarunian anak 3 ini mengaku sering memanfaatkan kondisi razia kendaraa dengan menjadi pentuntun arah jalan bagi setiap pengendara yang melintasi rumahnya tersebut. Bukan hanya dia saja, bahkan kegiatan sering dilakukan juga oleh keluarga lainnya di kampung itu. "Pagi dari siang disini ada razia, jadi penunggu arah jalan, lumayan buat nambah resiko hidup," katanya saat ditanya RAKA.
Menurutnya untuk biaya pengendara yang melintasi jalan depan rumahnya itu sama sekali tidak dipatok. Setiap pengendara diminta untuk memberikan uang se ikhlasnya saja jika ingin melintasi jalan yang kerap banyak dimanfaatkan oleh pengendara yang kabur dari razia kendaraan oleh pihak kepolisian. "Se ikhlasnya aja kok, tidak dipatok berapa," tuturya.
Dengan menjadi petunjuk arah jalan setiap harinya dirinya mampu meraup uang lebih dari Rp20 hingga Rp30 ribu, dari pengendara yang melintasi jalan depan rumahnya itu. Uang yang dia dapatan tersebut tentunya digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya. "Lumayan daripada diem aja di rumah," akunya.
Sebelumnya perempuan yang ditemani 2 anaknya itu merupakan salah satu petani di perkampungan itu. Namun karena lahan pertanian yang habias dijual belikan membuat keluarganya sulit untuk mendapatkan penghasilan. Selain menjadi petunjuk arah jalan, kadang dia berdagang dan mengerjakan pekerjaan serabutan seperti menjadi pembantu ibu rumah tangga di perumahan. "Apa aja dikerjain asal bisa menghasilkan uang, serabutan aja," ungkapnya.
Hal serupa disampikan Kusdarmawan (38), laki-laki sebelumnya menjadi seorang petani ini kini hanya mengandalkan pekerjaan dari para pengendara yang melintas dan berdagang mainan ke sekolah-sekolah. Jika dibandingkan dengan kehidupan dulu menjadi petani lebih baik dari saat ini. Sebab, setiap harinya ada saja upah yang dia dapatkan waktu menjadi petani. "Jualan mainan sama beginian," akunya.
Kepla Desa Pancawati, H.Ana Priatna mengatakan, dirinya mengaku belum mengatahui sejumlah warganya memiliki pekerjaan sebagai petunjuk arah bagi pengendara yang kabur dari raziaan kendaraan. Jikapun benar dirinya meminta agar masyarakat tidak lagi untuk melakukannya. "Saya belum tahu, kalau boleh jangan dilakukan lagi aja, tidak baik itu," ucapnya.(yna)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template