Petani Minta Pengadaan Program Jitut Jides - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Minta Pengadaan Program Jitut Jides

Petani Minta Pengadaan Program Jitut Jides

Written By Admin Raka on Jumat, 08 Desember 2017 | 21.00.00

CILAMAYA WETAN,  RAKA - Sepanjang tahun 2017 ini Kementerian Pertanian meniadakan program infrastruktur Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (Jitut) dan Jaringan Irigasi Desa (Jides). Sementara petani mendesak agar program itu dihidupkan lagi.
Dikatakan Ketua Gapoktan Rukun Tani, Ratam, program Jitut Jides hilang ditahun 2017 ini, yang konon dialihkan ke program lain, salah satunya untuk subsidi pupuk. Padahal, proyek penurapan yang sumber dana program dari Kementerian Pertanian itu sangat penting untuk merapihkan irigasi petani untuk menghindari macetnya saluran air.
Disisi lain, kewenangan penggarapan tersier saat ini jika diserahkan ke Pemkab dananya masih terbatas, sementara yang sekunder domainnya adalah Balai Besar Waduk dan Sungai (BBWS). Karenanya, siapapun politisi, birokrasi dan instansi terkait, dapat mendorong kembali pengadaan program Jitut dan Jides untuk kelancaran irigasi pertanian di Karawang dan kota lainnua. "Sepanjang 2017 ini program Jitut-Jides tidak ada lagi, kita minta di dorong agar kembali diprogramkan ditahun-tahun berikutnya," Ujar Ratam yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Cilamaya Wetan ini.
Lebij Jauh Ratam menambahkan, jika persoalan penempatan jadi dasar yang dianggap sulit, ia sarankan agar memang Jitut-Jides dievaluasi penempatannya. Karena saluran tersier di dekat pemukiman, sebab tersier dekat rumah penduduk ini rawan di permanenkan sendiri-sendiri sehingga mengalami penyempitan dan membuat air tidak lancar.  Bukan malah, membangun Jitut - Jides di irigasi tengah pesawahan yang jauh dari pemukiman,  pasalnya selain tidak bisa terkontrol,  hulu yang menyempit justru dibiarkan, lebih-lebih sebut Ratam,  pengangkutan bahan material jika program ditengah sawah tersebut, akan menelan tenaga dan cost lebih besar. "Memamg soal penempatan Jitut - Jidesnya ini harus di evaluasi,  plot lokasi yang sesuai untuk mencegah mampetnya irigasi," ungkapnya.
Ketua Kelompok Tani Sri Asih H Iwan mengatakan Gapoktan di Rawagempol Wetan ini berjumlah 8 dengan luas lahan 380 hektar. Persoalan utamanya, posisi Rawagempol Wetan ini pengairannya berada digolongan air ke 5, sehingga jeda antar golongan itu bisa setengah bulan baru air bisa masuk. Karenanya, ini ancaman kekeringan dan banjir berpeluang terjadi. Karenanya, pengerukan dan pengadaan kembali program Jitut Jides memang harus digalakan lagi. Jangan sampai petani terlambat tanam akibat pengairan yang sulit pengaturannya. "Pengerukan diperlukan lagi,  agar air lancar masuk ke golongan hilir ini," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template