Petani Kecam Gapoktan Kemiri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Kecam Gapoktan Kemiri

Petani Kecam Gapoktan Kemiri

Written By Angga Praditya on Senin, 04 Desember 2017 | 18.00.00

JAYAKERTA, RAKA- Petani Desa Kemiri, Kecamatan Jayakerta, merasa tidak terima jika penjualan benih padi bersubsidi yang dilakukan oknum Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Kemiri. Sebelumnya, oknum gapoktan mengklaim penjualan benih padi subsidi sebanyak 6250 kilogram berdasarkan kesepakatan antar para petani.
Ganjar, petani sekaligus staf pengajar asal Desa Kemiri, menyebutkan, jika penjualan benih padi bersubsidi tersebut tanpa sekalipun melibatkan para petani. "Kami sama sekali tidak pernah menerima benih apapun dan dari siapa pun. Bahkan gak pernah dikasih tahu petani akan diberikan benih, apalagi dinyatakan ikut menyepakati kalau benih tersebut akan di jual," akunya, kepada Radar Karawang, melalui telepon seluler, kemarin.
Begitu mendengar berita bahwa penjualan benih bersubsidi tersebut telah melibatkan petani, dirinya mengaku kaget. Karena dirinya tidak pernah menyepakati untuk penjualan benih tersebut, bahkan tidak pernah diajak untuk ikut bermusyawarah. Dirinya mengaku sebelum masa tanam dimulai, para petani sempat dimintai Kartu Tanda Penduduk (KTP) oleh gapoktan. "Kami merasa telah dirugikan, KTP kami telah dijadikan tameng untuk mendapatkan benih subsidi dari pemerintah yang disalahgunakan, sebutir pun kami tidak pernah menerima benih bersubsidi," ujarnya.
Dikatakannya, dalam hal ini pihak berwajib mesti turun tangan untuk menuntaskan masalah yang dinilai merugikan petani, karena selain merugikan para petani, telah membawa nama petani untuk mendapatkan benih bersubsidi. Yang lebih parahnya, saat menualnya pun petani masih di libatkan. Petani dijadikan tameng untuk mendapatkan benih bersubsidi dari pemerintah. Di dalam surat pernyataan, bibit dikirim 30 Juli 2017, sedangkan ditandangani tanggal 1 Desember 2017. Dalam isi surat tersebut di sebutkan jika penjualan benih tersebut atas dasar kesepakatan para petani. "Jangankan seperti itu, diajak musyawarah pun tidak. Bahkan tanpa kabar," tegasnya.
Sebelumnya, Ketua Gapoktak Desa Kemiri Ade Solihin mengatakan, dirinya berinisiatif menjual bibit bersubsidi tersebut atas kesepakatan dari kelompok tani. Karena, jenis benih yang diterima adalah IR 64 yang sudah tidak ditanam lagi oleh para petani di Kecamatan Jayakerta. Sehingga, benih yang diterima oleh petani bila tidak di jual akan mubazir dan tidak bermanfaat. “Kita gak menggunakan bibit IR 64, kesepakatan antar petani, kita jual dan dibelikan dengan varietas lain,” akunya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template