Penyakit Turunan yang Mematikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Penyakit Turunan yang Mematikan

Penyakit Turunan yang Mematikan

Written By Admin Raka on Kamis, 28 Desember 2017 | 12.15.00

Berdasarkan informasi yang diperoleh, benjolan-benjolan yang dialami oleh keluarga Caya di Dusun Kiserut RT 01/01, Desa Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, dan keluarga Dadang di Dusun 04 RT 04/02, Desa Sumurgede, Kecamatan Cilamaya Kulon, disebabkan oleh penyakit yang disebut sebagai neurofibromatosis.
Sesuai namanya, tumor jinak yang disebut neurofibroma tersebut menyerang saraf yang ada di seluruh permukaan tubuh. Hal ini membuat tubuh dipenuhi benjolan tumor jinak, dan memunculkan julukan seperti 'manusia kutil', 'manusia belalai' karena wajah mereka yang tampak aneh dan tidak biasa.
Situs Medlineplus menyebut penyakit neurofibromatosis (NF) terjadi akibat mutasi genetik. Tidak jelas apa penyebab mutasi genetik tersebut. Mutasi ini menyebabkan terjadi pertumbuhan jaringan tak terkendali di sepanjang saraf tubuh, termasuk wajah, tangan, dan kaki. Neurofibromatosis tak hanya menimbulkan penderitaan fisik seperti gatal atau nyeri bagi si empunya, tetapi juga mental. Pasalnya penderita cenderung dijauhi dan tak jarang mendapat perlakuan yang kurang layak. Padahal, penyakit tersebut sama sekali tidak menular, apalagi disebabkan oleh guna-guna atau kutukan.
Ilmuwan mengelompokkan NF menjadi 2 tipe berdasarkan letak kromosomnya, yakni NF1 (kromosom 17) dan NF 2 (kromosom 22). Tipe yang paling umum adalah NF1, ditemukan pada 1 di antara 2.500 hingga 3.000 kelahiran. Tipe NF 2 ditemukan pada 1 di antara 25.000 kelahiran.
Meski kebanyakan diturunkan, NF juga bisa muncul pada seseorang tanpa ada riwayat di dalam keluarganya. Pada kasus seperti ini, penyebabnya adalah mutasi genetik yang terjadi secara spontan pada sperma maupun sel telur. Protein pembawa gen yang bermutasi disebut neurofibromin. Jika seseorang mengidap NF maka tiap keturunan yang dihasilkan memiliki risiko sebesar 50 persen untuk mengidap penyakit yang sama. Namun hingga kini para ilmuwan juga belum bisa menentukan apa faktor-faktor yang memperbesar atau mengecilkan risiko terserang penyakit ini. Terkait komplikasi, situs Mayo Clinic menyebut sebagian besar tumor yang muncul tidak bersifat kanker. Namun jika dibiarkan, tumor bisa tumbuh sangat besar dan menyebabkan gangguan pendengaran, terhambat pertumbuhan otak, gangguan kardiovaskular, gangguan penglihatan dan rasa nyeri kronis.
Bahkan, komplikasi NF1 yang disebabkan invasi selubung saraf atau jaringan disekitarnya oleh neurofibroma, menyebabkan kerusakan dan kecacatan motorik. Sekitar 10 persen tumor-tumor ini menjadi ganas. Usia rata-rata kematian adala 54 tahun. Komplikasi yang paling sering terjadi dari NF2 adalah ketulian, yang diikuti memburuknya keseimbangan, masalah penglihatan, dan kelemahan yang disebabkan oleh tumor spinal. Kematian dapat terjadi premataur pada usia 20-30 tahun. Satu-satunya cara pengobatan yang dianjurkan adalah melakukan operasi pengangkatan tumor. Namun operasi ini tidak bisa dilakukan sekaligus dan umumnya membutuhkan waktu yang agak lama. (psn/dt)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template