Pasar Talagasari Diwacanakan Jadi Dua Lantai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasar Talagasari Diwacanakan Jadi Dua Lantai

Pasar Talagasari Diwacanakan Jadi Dua Lantai

Written By Admin Raka on Selasa, 19 Desember 2017 | 16.00.00

TELAGASARI,  RAKA - Butuh anggaran Rp 2 Milyar untuk membangun bangunan bertingkat dua Pasar Tradisional Telagasari. Setelah anggarannya ada tinggal tata kelola keuangan desa saja untuk bisa mengaturnya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Talagasari Ono Rustono mengungkapkan itu, Senin (18/12). Dia berkeinginan menciptakan Pasar Tradisional Telagasari menjadi dua lantai. "Pasar Telagasari akan dibuat dua lantai, dan itu butuh anggaran Rp 2 miliar," ucapnya seraya berharap kunker yang dilakukan bisa menjadi pemicu untuk belajar tentang pengelolaan pasar desa yang modern. 
Ono termasuk dalam rombongan enam camat yang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pasar Desa Modern WOro-WOro di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Selain pengelolaan pasar dan tata letaknya domain perguliran uang hak guna pakai menjadi kewenangan desa untuk menciptakan seperti apa gambaran pasar desa. Hal itu yang dipelajar Ono untuk diterapkan nanti di Pasar Desa Telagasari. "Tidak memungkinkan pemerintah pusat ikut membantu pasar desa Telagasari," ujar Ono.
Ono mengatakan untuk Rp 500 juta saja pihak desa masih bisa menghandel lewat dana desa, namun yang dibutuhkan itu sekitar Rp 2 miliar karenanya butuh investor untuk bisa diajak kerjasama. "Harapan pasti akan terbuka termasuk kehadiran investor, bisa saja ada yang siap mewujudkan harapan memiliki pasar modern berlantai dua," ungkap Ono.
Sementara Pendamping Desa Kecamatan Telagasari yang ikut bersama rombongan, Asep Hadian Yunus mengatakan pihaknya langsung mengunjungi Pasar WOro-WOro Dowo, Malang. Dikabupaten itu terdapat 28 pasar, tiga diantaranya bekerjasama dengan pihak ketiga. Status Pasar Woro-Woro atau Lapangan Panjang ini khusus dikelola pemerintah dan mendapatkan bantuan dari Kementrian Perdagangan untuk bantuan revitalisasi pasar. 
Hasilnya memang cukup baik,  karena didalam pasar tersedia tempat khusus untuk menyusui anak, dan disediakan troly untuk membawa belanjaan. Soal retribusi juga sambung Asep, di pasar itu dikenakan retribusi sebesar Rp 4.000/pedagang, tempat penjualan sesuai kelasnya dikenakan distribusi mulai dari Rp 500 per meter per hari dan distribusi jualannya. "Ada bantuan dari Kementrian Perdagangan, fasilitas pasar itu pro pada layanan pelanggan seperti troli dan tempat menyusui anak," katanya.
Asep menambahkan,  hebatnya lagi dari Pasar Woro-Woro itu semua pengelola pasar sudah dijamin dari honor/gaji oleh pihak pemerintah dan memiliki kendaraan pengangkut sampah sendiri. Ada wastib (pengawas penertiban) pasar yang mengawasi penambahan PKL dipasar. "Pengelola digaji Pemerintah dan fasilitas pengangkut sampahnya juga bagus," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template