Pasar Sumbang Rp 300 Juta Setahun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasar Sumbang Rp 300 Juta Setahun

Pasar Sumbang Rp 300 Juta Setahun

Written By Admin Raka on Rabu, 20 Desember 2017 | 20.00.00

Rp 1,3 Miliar Target 2017

KARAWANG, RAKA - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag), hingga kini sudah mencapai 98 persen, dari target Rp 1,3 miliar jumlah yang akan dicapai tahun ini.
 Angka tersebut berasal dari enam pasar yang masih dikelola pemerintah daerah, tidak termasuk tiga pasar yang pengelolaannya dilakukan pihak ketiga.
Kasie Pendapatan Retrebusi Pasar Disperindag Kabupaten Karawang, Budi, mengatakan itu kepada Radar Karawang, Selasa (19/12). Sejak kurun waktu terakhir pencapaian retribusi dari pasar yang memang masih milik pemerintah atau belum di BOT (Build Operate Transfer) dan berada dalam pengawasan Bidang Pasar Disperindag Karawang, terang Budi, selalu mencapai target setiap tahunnya. "Ada enam pasar yang belum dikelola pihak ketiga saat ini. Keenam pasar itulah yang menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah dari sektor pasar," ujar Budi di kantornya.
Keenam pasar tersebut terang Budi masing-masing Pasar Baru Karawang, Pasar Rengasdengklok, Pasar Jatiwangi, Pasar Jatisari, Pasar Cilamaya dan Pasar Anyar Cikampek, yang ada dibawah pengawasan UPTD Pasar. "Di Kabupaten Karawang memang hanya ada dua UPTD saja saat ini. UPTD inilah yang menangani semua persoalan terkait pasar," ucap Budi.
Budi menjelaskan,
UPTD Wilayah I membawahi Pasar Baru Karawang dan Pasar Rengasdengklok dengan target retribusi masing-masing pasar tersebut berkisar Rp 300 juta pertahun.
 Sedangkan UPTD wilayah II, Pasar Jatiwangi, Jatisari,  Cilamaya dan Pasar Anyar Cikampek dengan target retribusi masing-masing pasar sekitar Rp 30 juta pertahun.
 "Pencapaian sampai dengan minggu kedua di bulan Desember ini atau akhir triwulan ke empat retribusi yang dihasilkan ke enam pasar tersebut sudah mencapai 98 persen. Dengan target Rp 1,3 miliar ditahun 2017 ini," ujarnya.Sedangkan di tahun 2016 dengan target yang sama yaitu Rp 1,3 miliar pencapaiannya lebih dari sekitar 100 persen.
 "Retribusi paling rendah ada di Pasar Jati Wangi, karena memang baru diserahterimakan ke Pemda Karawang pada 2015 lalu, jadi pendapatannya masih rendah hanya Rp 30 juta setahun," ungkapnya.
Budi menambahkan jika pendapatan retribusi paling besar didapatkan dari Pasar Karawang dan Pasar Rengasdengklok, yaitu sekitar Rp 300 juta pertahun.
 "Tahun 2018 diperkirakan target untuk ke tujuh pasar itu bisa jadi sama atau bahkan lebih," ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai wacana penataan Pasar Baru Karawang dan Pasar Rengasdengklok, Budi enggan menjawab dan melimpahkan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Widjojo.
"Saya tidak bisa menjawab, ke pak Kadis saja ya," ujarnya sambil menambahkan pencapaian PAD maksimal diakibatkan adanya kerjasama yang efektif antara UPTD, mantri pasar dan pedagang. (apk)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template