Pasar Johar Jual Daging Jokowi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pasar Johar Jual Daging Jokowi

Pasar Johar Jual Daging Jokowi

Written By Admin Raka on Rabu, 20 Desember 2017 | 20.45.00

KARAWANG, RAKA - Diam-diam Pasar Johar ternyata menjual daging impor. Sebagian orang menyebutnya dengan istilah daging Jokowi. Daging ini dipasarkan untuk menutupi stok daging lokal menjelang Natal dan Tahun Baru.
Seperti diungkapkan Ayong (23) pedagang daging di pasar Johar, dia menjual dua macam daging yakni daging lokal dan daging impor. Keduanya memang jenis daging tetapi memiliki kualitas berbeda. "Daging impor yang kita jual disini daging dari India, banyak yang bilang daging Jokowi. Katanya, rasa dagingnya tidak lebih enak dari daging lokal," ucap Ayong kepada Radar Karawang, Selasa (19/12).
Kendati demikian Ayong mengatakan, mneski sudah ada daging impor tetapi rata rata masyarakat karawang masih memilih daging lokal karena kualitas dan harga manjadi pembeda apalagi setelah di masak. Karena kata Ayong daging impor tersebut bukanlah sapi melainkan daging kerbau. "Kalau melihat kwantitas pembeli rata-rata masyarakat tetap memilih daging lokal dibanding impor. Stok daging impor di kita juga sedikit," ungkapnya, seraya menambahkan kalau untuk daging saat ini harganya masih harga normal.
Sementara, menyinggung kenaikan harga sembilan bahan pokok, hampir semua pedagang mengeluhkan kenaikan tersebut. Alasannya, dengan kenaikan harga itu daya beli masyarakat jadi menurun sehingga berimbas terhadap pendapatan pedagang. seperti diungkapkan Uun Jaeni (42) pedagang sayur di Pasar Johar, meningkatnya harga sembako lebih dipengaruhi momentum Natal dan Tahun Baru. "Sembako saat ini meningkat terutama beras, yang saya jual sayuran, sekarang harganya pada meningkat menjelang Natal dan Tahun baru," ujarnya.
Dikatakan Uun sapaan akrab Uun Jaeni, dia membeli sayur mayur dari Pasar Induk Kopo, Purwakarta. Di pasar induk sendiri harga sembako sudah naik otomatis untuk tingkat pedagang pun harganya mengalami kenaikan. "Kenaikan ini terasa berat karena dengan naiknya harga sembako dua kali lipat otomatis daya beli saya pun berkurang," ucapnya.
Sementara, Haoelis (34) pedagang ayam menyampaikan jika saat ini penjualan ayampun ikut merosot menjelang Natal dan Tahun baru. Pihaknya berharap agar pemerintah bisa meminimalkan kenaikan harga sembako. "Harga ayam disini naik Rp 8.000/kg menjelang natal dan tahun baru sudah tidak aneh," ujarnya. (*)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template