Parpol Pengusung Anne Bakal Bertambah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Parpol Pengusung Anne Bakal Bertambah

Parpol Pengusung Anne Bakal Bertambah

Written By Angga Praditya on Senin, 18 Desember 2017 | 11.30.00

PURWAKARTA,RAKA- Dua partai politik yaitu PAN dan NasDem telah mengusung Anne Ratna Mustika untuk maju di Pilkada Purwakarta 2018. Bahkan di prediksi sejumlah parpol lainnya bakal ikut mendorong istri Dedi Mulyadi dalam perhelatan pesta demokasi di Purwakarta.
Menurut pengamat politik di Purwakarta, Awod Abdul Ghadir mengatakan, jika Ketua Tim Penggerak PKK Purwakarta itu juga bakal mendapat dukungan dari PPP dan PKB. "Untuk rekomendasi dari Golkar dan Hanura, jangan ditanya. Dari awal sudah ada pernyataan akan  berkoalisi dengan PAN yang notabene partai pertama yang merekom Anne. Prediksi saya dalam waktu dekat, Anne akan mendapat dukungan dari PPP dan PKB," ujar Awod, akhir pekan lalu.
Hanya saja, Awod belum bisa memprediksi ke arah mana dukungan PDIP dan Partai Gerindra. Ia juga sempat kaget dengan usungan Nasdem ke Anne, menurutnya, ini diluar dugaan. "Tinggal PDIP dan Gerindra yang bisa menentukan apakah Pilkada Purwakarta terjadi calon tunggal atau tidak, untuk calon dari jalur perseorangan, melihat perkembangan, saya pesimis. Info terakhir nama Padil Karsoma menguat di bursa rekomendasi PDIP. Namun yang menjadi pertanyaan, beranikah calon dari birokrasi menjadi rival Anne?" beber Awod.
Satu lagi, lanjut Awod, dengan tiga kursi, Partai Demokrat di Purwakarta bakal jadi penentu adanya pasangan lain yang nantinya akan manggung. "Kita tunggu PDIP atau Gerindra yang nantinya akan memunculkan nama lain selain Anne. Nah, untuk memenuhi ambang batas koalisi di Purwakarta, Demokrat menjadi partai yang seksi," tuturnya.
Namun demikian, menguatnya isu calon tunggal di Pilkada Purwakarta dianggap Awod sebagai pengkerdilan demokrasi dan gagalnya kaderisasi di partai politik. Walaupun putusan MK membolehkan pilkada hanya diikuti calon tunggal. Ia menilai hal itu telah menimbulkan perdebatan dan kontroversi. "Putusan MK, mengaburkan kemajuan pendidikan politik pemilih di Indonesia ke depannya. Putusan itu tidak sesuai dengan semangat efisiensi anggaran dari pelaksanaan pilkada serentak," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template