Nyaris Perang Gara-gara Bola - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nyaris Perang Gara-gara Bola

Nyaris Perang Gara-gara Bola

Written By Admin Raka on Selasa, 26 Desember 2017 | 12.00.00

Dawuan Sempat Panas Mau Nyerang Subang

CIKAMPEK, RAKA - Kompetisi sepak bola kembali ternoda. Final Joker Cup 2017 di Cihambulu, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, antara RBS Dawuan Barat Cikampek versus Gempasmi Pasar Minggu Campaka Purwakarta, ricuh, Minggu (24/12) sore.
Kericuhan di lapangan sepak bola itupun meluas menjadi kerusuhan. Selain beberapa kendaraan rusak, suporter dan pemain dari Dawuan Barat dilempari oleh warga tiga desa di Subang. Aksi saling baku hantam hingga berujung penahanan pun terjadi. Kabar itu akhirnya sampai ke telinga masyarakat Dawuan. Minggu malam, Jalan Ahmad Yani, Dawuan Tengah, tepatnya di depan PT Pupuk Kujang mencekam. Ribuan orang tumplek, berkerumun di sepanjang jalan tersebut. Mereka bersiap melakukan penyerangan. Namun, rencana tersebut urung dilakukan setelah melalui proses mediasi.
Faizal Muhammad (22) pemuda asal Desa Dawuan Tengah menceritakan, bentrokan di Cihambulu terjadi karena ada suporter Dawuan yang menjadi korban. Dalam peristiwa itu, suporter dan para pemain dari Dawuan Barat dilempari, sampai ada yang terluka. "Tuan rumah dibantu oleh warga tiga desa di Subang. Bahkan, (kemarin) puluhan warga disini ada yang masih disandera dan ditahan di Subang belum bisa pulang," ujar Faizal kepada Radar Karawang saat ditemui di kediamannya, Senin (25/12) pukul 09.00 WIB.
Mendengar kabar itu, lanjut Faizal yang merupakan anak laki-laki Kades Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin melanjutkan, hal itu sontak menyulutkan amarah para pemuda dan tokoh masyarakat yang ada di wilayahnya, lalu berniat menyerang Cihambulu. Namun, suasana berhasil diredam setelah aparat kepolisian dibantu TNI turun tangan. "Pas Minggu malam juga polres Karawang dan TNI datang ke lokasi. Warga yang udah siap-siap menyerang berhasil diredam, mereka bisa ditenangkan dan bisa dibubarkan malam itu," paparnya.
Proses mediasi pun dilakukan di kediaman tokoh masyarakat Dawuan, H Vikram, Senin (25/12) sekitar pukul 14.00 WIB. Terlihat Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Wakil Bupati Karawang Ahmad 'Jimmy' Zamakhsyari, Muspika Cikampek, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Dawuan. Dalam urung rembuk tersebut, para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Dawuan bersepakat untuk menyelesaikan persoalannya secara musyawarah mufakat, dan berjanji tidak akan melakukan penyerangan balik ke Kabupaten Subang. Kesepakatan jalan damai ini ditandatangani oleh Muspika Cikampek, para tokoh pemuda dan tokoh masyarakat Dawuan-Cikampek di kantor Polsek Cikampek. Setidaknya ada 2 poin penting yang disepakati, yakni para tokoh Dawuan-Cikampek dan Muspika Cikampek bersepakat untuk menyelesaikan persoalannya secara damai, dan tidak akan melakukan penyerangan balik ke Kabupaten Subang. Kedua, dalam persoalan ini para tokoh Dawuan-Cikampek dan Muspika Cikampek bersepakat tidak akan meminta ganti rugi atas kerusakan beberapa kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Menyambut sikap baik warga Dawuan-Cikampek, Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan menyatakan, tanda tangan kesepakatan ini akan segera dikoordinasikan dengan Polres Subang, agar 23 warga Dawuan-Cikampek yang ditahan untuk segera dibebaskan dan pulang ke rumahnya masing-masing dengan selamat. “Saya sudah berkoordinasi dengan Polres Subang. Ada kabar gembira, jika situasi warga di wilayah ini bisa kondusif dan tidak melakukan penyerangan balik, maka malam ini (kemarin) juga 23 warga yang masih ditahan bisa dipulangkan,” terang Hendy saat proses mediasi pukul 15.00.
Kades Dawuan Tengah Jejen Jaenal Arifin menambahkan, saat ini bentrokan antara warganya dengan warga di wilayah Kabupaten Subang sudah dapat diredam melalui proses mediasi. Sehingga puluhan warga yang ditahan akan segera dilepaskan, dan kendaraan yang ikut disita akan dikembalikan kepada para pemiliknya. "Dari semalam ratusan warga sudah berkumpul, tapi Alhamdulilah bisa dibubarkan. Sehingga tidak ada konflik berkelanjutan," pungkasnya.
Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengatakan, sebetulnya warga Dawuan-Cikampek merupakan warga yang ramah dan suka akan damai, asalkan tidak dipicu terlebih dahulu. “Saya kenal baik dengan para tokoh masyarakat di sini. Makanya saya yakin persoalan ini akan selesai dengan damai,” katanya.
Wabup yang akrab disapa Jimmy berharap, kejadian bentrok antarwarga ini harus menjadi konflik yang terakhir dan tidak kembali terjadi. "Setelah kejadian ini tidak ada lagi persoalan yang sama di kemudian hari. Ini yang terakhir,” tegasnya. (ian)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template