Mengidap HIV, Mereka Dikucilkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mengidap HIV, Mereka Dikucilkan

Mengidap HIV, Mereka Dikucilkan

Written By Angga Praditya on Sabtu, 02 Desember 2017 | 12.00.00

Usaha Nasi Uduk Bangkrut 
Buruh Pabrik Menutup Rapat Penderitaannya

KARAWANG, RAKA - "Kami bukan sumber penyakit. Kami pun bisa berbuat untuk masa depan." Ungkapan itu meluncur dari seorang karyawan pabrik di kawasan industri di Bekasi berinisial SE saat ditemui Radar Karawang di RSUD Karawang.
Tidak ada yang bisa diperbuatnya untuk menyembuhkan penyakit mematikan itu. Dia hanya bisa berobat rutin ke RSUD Karawang, agar virus HIV yang diidapnya itu tidak berubah menjadi AIDS. Perlakuan diskriminatif pun menghantuinya. Alasan itulah yang membuat lelaki itu menutup rapat penyakit yang dideritanya. Tidak ada satu orang pun teman, kerabat, bahkan orang tua mengetahui beban beratnya tersebut. "Saya hanya bisa pasrah saja ketika divonis HIV," ujarnya.
Meski dirundung was-was virus itu semakin membuas dalam tubuhnya, dia berusaha tetap beraktivitas normal seperti karyawan pada umumnya. Tetap bekerja, lalu mengikuti jadwal pengobatan yang sudah ditentukan oleh dokter. "Saya jalani kehidupan sehari-hari senormal mungkin, agar penyakit yang saya derita tidak diketahui orang," tuturnya.
Stiga negatif dari masyarakat terhadap penderita HIV, menurutnya terlalu berlebihan. Karena virus ini tidak begitu saja menular. "Yang seharusnya khawatir itu adalah kami sebagai penderita. Karena kekebalan tubuh kami bermasalah sehingga rentan terkena penyakit," tandasnya.
Namun, dia enggan menceritakan awal mula kenapa sampai terkena virus HIV. Menurutnya, hal itu menjadi rahasia hidup yang akan terkubur bersamanya. "Kami bukan sumber penyakit. Kami bisa berbuat untuk masa depan," ujarnya.
Lain lagi yang diderita oleh warga Kecamatan Kutawaluya. Gara-gara anaknya divonis HIV, usaha nasi uduk ibunya bangkrut. Para pelanggan yang biasanya saban pagi membeli satu atau dua bungkus nasi uduk, perlahan mulai pergi. Mereka beranggapan jika HIV/AIDS bisa menular melalui makanan atau sentuhan tangan. Namun, ibu atau anaknya enggan diwawancara. Mereka menganggap jika penyakit yang diderita sudah cukup membuatnya susah. 
Menurut penggiat HIV/AIDS Rengasdengklok Bambang, penjual nasi uduk di Kutawaluta itu akhirnya menutup usahanya, karena masyarakat sudah tidak mau lagi membeli. Masyarakat menganggap HIV adalah virus yang mudah menular. Bahkan ada yang beranggapan bisa menular hanya melalui nafas dan beradu kulit. Hal itulah yang akhirnya membuat Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) seolah-olah dibuang oleh masyarakat. "Disitulah dibutuhkan edukasi dan penyuluhan bagi masyarakat awam. Agar para penderita ini bisa beraktivitas seperti lainnya," ujarnya.
Senior staf Poli penanganan HIV/AIDS RSUD Karawang H Ade ruhyana. S. Kep mengatakan, pasien HIV yang berobat ke RSUD bukan hanya dari Karawang saja, melainkan dari Bekasi, Subang, dan Purwakarta. "Kebanyakan pasien cenderung merasa malu dan khawatir akan menjadi topik sosial di lingkungannya," ungkapnya.
Ia pun menegaskan, cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum, dan peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, lebih berisiko untuk terinfeksi HIV. "Saya berpesan juga bahwa pasien HIV itu tidak mesti ditakutkan. Kadang stigma di masyarakat bahwa pasien yang terkena penyakit itu mudah tertular, padahal tidak setakut dan seperti dibayangkan. Mereka adalah bagian dari kita juga dan tidak mesti khawatir, karena penularan penyakit HIV tidak mesti kita menjauhkan mereka. Bahkan seharusnya merangkul mereka agar lebih berarti," ucapnya.
Dokter Poli B RSUD Karawang dr Puri Prabawati menjelaskan, virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dirinya menegaskan, diagnosis HIV lebih dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. Pada tahap ini kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya. "HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urine," jelasnya. (yfn/rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template