Mengaku Polisi Peras Korban - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mengaku Polisi Peras Korban

Mengaku Polisi Peras Korban

Written By Admin Raka on Sabtu, 09 Desember 2017 | 17.00.00

Modus Penipuan Via Ponsel Resahkan Warga Tegalwaru 

TEGALWARU, RAKA - Aksi penipuan dengan modus memanfaatkan sisi emosional korbannya melalui telepon meresakan masyarakat Kecamatan Tegalwaru. Kasus terakhir menimpa Nani Royani Spd (46) guru SDN Mekarbuana 2 Tegalwaru. Tetapi beruntung sebelum memberikan apa yang diminta pelaku dia tersadar kalau dirinya akan ditipu setelah mendengar suara anak bungsunya. 
"Saya kaget sekali karena dari nada suaranya persis suara anak saya, dan saya sangat khawatir sekali dengan musibah yang menimpa anak saya. Isi telepon itu meminta sejumlah uang dan saya hampir terjebak dengan suara itu," terang Nani kepada Radar Karawang, Jumat (8/12).
Nani menyampaikan dirinya kaget ketika anak sulungnya Farhan yang bekerja di bank swasta di Karawang Kota mendadak menelepon. Dalam percakapan itu anaknya mengaku tengah bermasalah dengan polisi karena terjaring razia. Dia ditangkap polisi karena tidak membawa kelengkapan kendaraan bermotor roda duanya. Sambil merengek anaknya meminta segera ditebus agar kasusnya tidak berlanjut dan dibebaskan.
Nani mengaku saat itu dirinya terbawa perasaan. Apalagi setelah mendengar suara kedua yang mengaku petugas polisi yang menangkap anaknya dan meminta supaya segera melakukan transper uang supaya anaknya bisa dibebaskan. Ditambah lagi rengekan anaknya yang diucapkan berulang-ulang membuat dirinya tidak punya pilihan untuk tidak menolong sehingga berniat memberikan sejumlah uang yang diminta orang yang mengaku polisi. Untungnya sebelum memutuskan mengirimkan uang tiba-tiba anak bungsunya memanggil dirinya. Suara panggilan itu membuat Nani tersadar kalau anak sulungnya saat itu sedang berada di kantornya karena bekerja.
Untuk itu Nani kemudian menelepon suaminya dan meminta untuk melakukan pengecekan apakah memang anak sulungnya berada di kantornya. Suami kemudian menelepon anak sulungnya dan menyampaikan ke Nani kalau anaknya memang sedang bekerja dan tidak pernah terjaring razia polisi. Saking kesalnya, Nani kemudian melanjutkan obrolan di telepon dengan orang yang mengaku sebagai Farhan dan menghadik. "Anakku lagi kerja, kamu maunya apa hah," tandas Nani sambil mengakhiri telepon.
Sementara informasi yang dihimpun Radar Karawang sudah dua orang warga Kampung Cipeuteuy yang sudah menjadi korban modus dengan berpura-pura mengaku sebagai anak yang kena musibah melalui telepon. Tujuannya, supaya korban terlena dan mentransfer sejumlah uang. Dalam aksinya Pelaku menyasar korban secara acak.
Dari keseluruhan kasus yang terjadi korban rata-rata mengaku dibuat terlena dengan kemampuan pelaku menggugah perasaan dan sisi psikologi. Sehingga calon korbannya percaya apa yang disampaikan pelaku yang mengaku anggota keluarga. Dalam aksinya pelaku tidak sendiri tetapi berdua dengan seseorang yang mengaku dari pihak kepolisian. Korban baru sadar kalau dirinya akan ditipu setelah ada orang lain yang menyapa atau memanggilnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template