Mak, Kapan Pulang.... - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mak, Kapan Pulang....

Mak, Kapan Pulang....

Written By Angga Praditya on Jumat, 22 Desember 2017 | 12.15.00

KOTABARU, RAKA - "Mamah kapan pulang dari Arab, nek?" hanya pertanyaan itulah yang terus menerus diungkapkan Muhammad Nabil (11) dan Ilham Ramadhan (10) kepada neneknya, ketika rindu pada ibunya yang sudah lima tahun mengadu nasib menjadi TKW di Arab Saudi.
Rasa rindu yang mendalam terhadap kasih sayang seorang ibu begitu didambakan dua orang bocah, yang tinggal bersama neneknya di Kampung Krajan RT 02/02, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru. Bayangkan, selama itu Nurhasanah (35) tidak pernah memberi kabar kepada dua buah hatinya.
"Nabil kakaknya Ilham sering nanyain mamahnya kapan pulang, karena pas ibunya berangkat ke Arab, dia sudah kenal wajah ibunya. Cuma kalau Ilham dia hampir tidak ingat ibunya, karena saat ditinggal Ilham masih kecil umurnya. Jadi dia menganggap emak itu ibunya," terang Ipah (60), nenek dua bocah yang ditinggalkan kedua orang tuanya bertahun-tahun.
Nenek tua paruh baya itu menceritakan, sebenarnya Nurhasanah (35) merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Saat pergi mengadu nasib ke Arab Saudi, dia berharap kepergiannya dapat merubah perekonomian keluarga. Namun ketiga anaknya justru kehilangan kasih sayang orang tua, setelah ayahnya juga meninggalkan mereka. "Nurhasanah anak saya punya tiga anak, laki-laki semua. Anak pertama Asep Salman Farizi umurnya 17 tahun, lalu Muhamad Nabil dan Ilham, saat itu mereka masih pada kecil. Sampai-sampai untuk membantu emak, Asep terpaksa putus sekolah agar bisa bekerja membantu keuangan untuk membiayai adik-adiknya sekolah. Asep berhenti sekolah saat mau naik kelas 2 SMP," ungkapnya.
Untuk memenuhi kebutuhan kedua cucunya, Ipah mengandalkan pekerjaan serabutan yang dikasih para tetangga di kampung. Hal itupun tidak meski setiap hari didapat. "Kalau untuk kebutuhan makan, kadang suka dikasih sama tetangga yang baik hati. Kadang emak ge sok kuli nyabit busa di tetangga. Itu juga kadang-kadang, ada minggu ini nanti ada lagi dua minggu kemudian. Bekerja selama dua hari dua malam hanya mendapatkan Rp 30 ribu saja, lumayan buat beli beras dan makanan cucu," katanya.
Dia melanjutkan, terkadang untuk kebutuhan sehari-hari dan uang jajan kedua cucunya yang masih kecil, masih mengandalkan anak-anaknya yang sudah berkeluarga. Selain itu, ditambah pemberian dari anak pertama Nurhasanah dari hasil kulinya di perusahaan konveksi. "Kadang si Asep suka ngasih seminggu itu Rp 50 ribu, da mau gimana lagi dicukup-cukupin saja. Kadang juga dikasih anak-anak saya, cuma kondisinya juga sama. Keadaan ekonomi anak-anak saya juga tidak punya," ucapnya.
Ironisnya, mahligai rumah tangga Nurhasanah justru hancur saat dia di Arab Saudi. Begitu pun hasil keringatnya selama menjadi TKW, hanya dirasakan oleh kedua anaknya satu kali pada tahun pertama bekerja. "Dulu pernah pas pertama pisan ngirim Rp 3 juta, setelah itu sampai sekarang tidak ada kabar lagi. Sedangkan bapaknya, pun sama terakhir ngasih uang anaknya Rp 200 ribu, itu pun pas lebaran kemarin. Karena sekarang rumah tangganya sudah berpisah," ujarnya.
Muhammad Nabil mengaku sangat merindukan ibunya, karena sudah hampir lima tahun tidak bertemu. "Enya hayang ketemu mamah, Nabil inget mamah. Cuma si Ilham mah teu keunaleun. Tapi diberi tahu kalau mamah mah bukan ma Ipah, tapi ma Anah," ucapnya.
Nabil yang saat ini berstatus siswa kelas IV SDN Wancimekar I itu melanjutkan, dirinya bersama adiknya kini duduk di kelas yang sama. Untuk bekal sehari-hari di sekolah, diberi sang nenek. "Kasih uang jajan Rp 3 ribu berdua. Kasian nenek. Untuk makan dan jajan Nabil sama Ilham dikasih nenek, kadang sama mamang dan uwa," paparnya.
Nabil ingin keluarganya utuh kembali. Kehangatan keluarga begitu didambakan. "Mamah kapan pulangnya, Nabil sama Ilham jeng A Asep tos gede (sudah besar) mah, mamah pulang kapan dari Arab," tandasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template