Macet, Kosambi - Karawang 1,5 Jam - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Macet, Kosambi - Karawang 1,5 Jam

Macet, Kosambi - Karawang 1,5 Jam

Written By Admin Raka on Kamis, 21 Desember 2017 | 13.30.00

KLARI, RAKA - Meski sudah selesai pengerjaan drainase di depan Hotel Grand Pangestu Klari, tetapi kemacetan malah semakin parah. Kali ini pengendara roda empat harus berjam-jam saat melintasi jalan Kosambi sampai lampu merah tol Karawang Timur. Meski kondisi macet, tetapi tidak ada satu pun pihak polisi maupun Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengatur lalu lintas.
Menurut salah seorang pengendara mobil yang merupakan warga Dusun Warung Kebon Desa Purwasari, Zen Fatoni, untuk melintasi jalan Kosambi - Klari - Karawang membutuhkan waktu sampai 1,5 jam. Padahal kalau kondisi normal tidak sampai setengah jam juga bisa dilintasi. "Nggak tahu macet kenapa, tapi sekarang lebih parah dari sebelumnya," kata Zen kepada Radar Karawang, Rabu (20/12) sore.
Menurutnya, tidak ada hambatan dijalan utama Kosambi - Klari, hanya saja ada genangan-genangan air dibeberapa titik jalan sehingga para pengendara terutama pengendara sepeda motor berupaya untuk menghindari jalan tesebut. Tetapi, kata Zen, berdasarkan informasi yang diterima dari rekannya yang masuk pintu tol Karawang Timur, disepanjang jalan pintu masuk tol terdapat truk besar yang parkir sembarangan, kemudian tukang tambal ban juga tidak tertata. "Katanya kalu masuk ke tol Karawang Timur malah sampai berhenti. Gak bisa jalan sama sekali. Harusnya ada penertiban truk-truk besar dan tukang tambal ban yang ada disepanjang jalan masuk tol itu," pintanya.
Sementara salah satu karyawan swasta di Karawang, Herman topik mengaku sudah terbiasa dengan kondisi macet yang terjadi di sepanjang jalan Kosambi. Bahkan untuk masuk kerja saja dirinya lebih memilih untuk berangkat subuh dibandingkan harus macet. "Kalau berangkat masih bisa, tapi kalau pulang ikutan macet di jalan," ungkapnya.
Kamacetan yang terjadi di Karawang tidak akan pernah ada habisnya jika pemerintah sendiri tidak memfasilitasi jalan baru atau penambahan jalan alternatif bagi pengendara. Disamping itu butuh batasan bagi setiap keluarga yang memiliki kendaraan lebih. "Kalau jumlah kendaraan terus bertambah sedangkan fasilitas jalan masih gitu-gitu aja, yang ada nambah macet," ungkap Herman yang merupakan warga Cikampek.
Sementara Kapolsek Klari, Kompol H.Relisman Nasution mengatakan, penyebab banjirnya adalah karena adanya luapan air hujan yang mengalir ke jalan membuat sejumlah kendaraan merasa kesulitan saat melintas. Terlebih kata dia volumen kendaraan cukup tinggi. Melihat kondisi tersebut bahkan dirinya menugaskan sejumlah petugas untuk kepolisian untuk membantu menertibkan jalan. "Sudah hujan sore banyak karyawan yang pulang jadi macet," katanya.
Dia menjelaskan titik kemacetan mulai terjadi di sepanjang jalan Kosambi terutama di pertigaan kopel karena menjadi titik keluar masuknya para pekerja pabrik yang melintasi jalan. Tak heran jika di sepanjang jalan klari Kosambi selalu mengalami macet di sore hari. "Dari Pancawati sampai pertigaan Kopel selalu macet," akunya.(yna/zie)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template