Lepas Seragam Guru Punguti Sampah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Lepas Seragam Guru Punguti Sampah

Lepas Seragam Guru Punguti Sampah

Written By Angga Praditya on Rabu, 06 Desember 2017 | 14.30.00

Akhiri UAS di SMAN 1 Tempuran 

TEMPURAN,  RAKA - Ada Pemandangan berbeda di lingkungan SMAN 1 Tempuran, Selasa (6/11). Disaat siswanya akan mengakhiri Ujian Akhir Semester (UAS) guru-guru di SMAN 1 Tempuran mengenakan kaos dan melakukan kerja bakti membersihkan sampah di lingkungan sekolah.
Ditemui saat kesibukannya membersihkan sampah, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Tempuran Endra Wahyudi S.Pd mengatakan, aksi bersih-bersih itu sudah terbiasa dilakukan para guru. Pihak sekolah sendiri menetapkan hari Selasa sebagai Selasa Bersih. Biasanya dilakukan bersama siswanya tetapi saat itu siswa harus fokus mengisi UAS agar tidak terganggu,  jadi ia bersama rekan guru lainnya yang melakukan aksi bersih-bersih sekolah.
Selain memberi contoh kepada anak, kegiatan bersih-bersih ini juga bagian dari komitmen guru, kepala sekolah dan siswa untuk memelihara lingkungan sekolah. Tidak ada
yang salah, sebut Endra jika guru turun tangan membersihkan sampah, meskipun disaksikan siswa.  Karena ditengah kesibukannya membersihkan sampah dedaunan dan sampah lainnya, sesekali siswa yang melihat juga ada yang ikut membantu. "Tidak ada yang salah kalau guru membersihkan lingkungan sekolah. Ini kan bukan hukuman tetapi pembelajaran dan bisa menjadi contoh bagi para siswa," katanya.
Hal senada diungkapkan Asep Suherman juga guru di SMAN 1 Tempuran. Selama ini antara guru dan siswa baik-baik saja, tidak ada sekat antara guru dengan siswa. Kerjaan memunguti sampah itu sudah menjadi hal biasa. Siapapun melakukan itu di SMAN 1 Tempuran. Jadi kalau ada guru munguti sampah dan muridnya diam saja, itu bukan ada apa-apanya, tetapi sudah jadi pemandangan biasa. "Kami, guru dan murid seperti teman saja. Biasanya kerjaan bareng tiap selasa munguti sampah, tapi kan sekarang mereka lagi ujian," ungkapnya. 
Masih dikatan Endra, apapaun jabatan di sekolah tetap berkewajiban ikut membersihkan sekolah dari sampah. Jadi, disekolah ini sampah adalah tanggung jawab bersama.
Bukam menunggu perintah, hukuman atau juga ingin dilihat siswa, tapi sudah menjadi kesadaran baik guru maupun murid jika melihat sampah untuk memungutnya dan membuangnya di tempat pembuangan sampah.
Berangkat dari kesadaran masing-masing maka guru tanpa mengurangi kewibawaannya sebagai tenaga pendidik guyub buka kemeja maupun pakaian dinas dan batik untuk memunguti sampah. "Kita sadar diri saja bahwa kebersihan adalah tanggungjawab bersama, jadi tidak harus menunggu perintah," katanya.
Kepala SMAN 1 Tempuran Dudi Mulyadi SY mengatakan guru di sekolahnya acapkali membuat kegiatan spontan diluar dugaan. Dirinya tidak pernah perintahkan guru untuk bersih-bersih lingkungan sekolah,  namun justru saat dirinya keluar ruangan, menjadi kaget karena melihat para guru sudah bersih-bersih sampah hanya mengenakan baju kaos. "Kadang-kadang kita dibuat kaget dengan kegiatan guru disini sangat positif dan kompak," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template