Kualitas Buruk Ukuran Susut - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kualitas Buruk Ukuran Susut

Kualitas Buruk Ukuran Susut

Written By Admin Raka on Kamis, 14 Desember 2017 | 17.00.00

Kades Mulyajaya Keluhkan Rastra

KUTAWALUYA, RAKA- Kepala Desa Mulyajaya, Endang Amd, Komp, mengeluhkan kualitas rastra yamg buruk. Beras tersebut bubuk, berdedak dan banyak kutu. Yang lebih parahnya lagi, setiap karung yang seharusnya mempunyai berat 15 Kg, namun pada kenyataannya hanya ada 14 Kg.
Dirinya menganggap, rastra yang diberikan kepada Pemerintah Desa Mulyajaya, tidak jauh berbeda dengan makanan itik, yang tidak selayaknya dikonsumsi oleh manusia, karena berasnya bubuk berdedak dan banyak kutu. "Di dalam jumlah karung yang seharusnya ada 15 Kg, namun di lapangan kenyataannya turun ke desa hanya 14 Kg. Jika pihaknya menebus pagu sebanyak 327 karung, berarti yang hilang sekitar 3 kuintal 27 Kg. Hal ini sudah kami utarakan dari tahun 2013, namun tidak ada tindakan apapun. Resikonya pemerintah desa bakal didemo sama masyarakat, dan kami pun akan mencoba menjelaskan kepada mereka. Karena kami memberikan gratis rastra kepada masyarakat, khawatirnya masyarakat bilang mentang-mentang rasta digratiskan, namun berasnya tidak layak konsumsi seperti ini," katanya, kepada Radar Karawang, di kantor desanya saat beberapa aparatur pemerintah dan masyarakat sedang melakukan pengemasan beras rastra, Rabu (13/12) kemarin.
Kebetulan lagi turun rastra yang ke 10, 11, dan 12, ini yang terakhir sekaligus ditebus 3, karena batas waktu sampai tanggal 11 kemarin harus sudah lunas, ini sudah komitmen dengan pemda, terutama dengan bidang bulog yang wajib ditebus oleh kepala desa. Tapi kenyataannya beras rastra tidak sesuai, dirinya mengaku sudah terlalu capek dengan statement seperti ini sejak dirinya menjabat sebagai kepala desa. "Dan ini mestinya kami kembalikan, tetapi pada kenyataannya kami tetap bertahan, agar pihak bulog introspeksi diri. Ada sentimen apa kepada kami? Kalau tidak senang dengan ke pemerintahan saya, silahkan cek ke lapangan," ucapnya.
Dirinya mengaku, akan tetap menyerahkan kepada masyarakat, bahwa beras yang diberikan oleh bulog itu hasilnya seperti ini, jelek sekali. Agar masyarakat bisa menilai langsung. Selain itu, pihak bulog ketika penebusan kurang Rp 50 ribu saja beras tidak diturunkan, namun ketika pihaknya sendiri malah diberikan kualitas beras yang tidak sepadan. Dan saat ini proses penebusan rastra dinilai sangat ribet, pertama transfer dulu kepada pihak bank, buktinya diberikan kepada orang kecamatan, sedangkan orang kecamatannya tidak berada di tempat. "Jika besok turun lagi beras rastra dan masih seperti ini, kami akan melakukan tindakan yang lain seperti halnya mengerahkan masyarakat untuk mendemo pihak bulog," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template