Ketua Dusun Kordinir Pencairan PKH - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketua Dusun Kordinir Pencairan PKH

Ketua Dusun Kordinir Pencairan PKH

Written By Angga Praditya on Rabu, 06 Desember 2017 | 17.00.00

TIRTAJAYA, RAKA- Guna meminimalisir terjadinya kesalahan yang di lakukan oleh masyarakat saat melakukan pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH), masyarakat Dusun Jatimulya, Desa Tambaksumur meminta kepala dusun untuk mengumpulkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuk mencairkan dana PKH. Pasalnya, tidak semua masyarakat penerima manfaat bisa mengoperasikan kartu ATM tersebut dalam melakukan pencairan dana PKH.
Menurut Carma, Kadus Jatimulya RT 09, peraturan baru yang mengharuskan penerima manfaat dana PKH menggunakan ATM menemui kendala di kalangan masyarakat. Pasalnya, tidak semua masyarakat bisa mengoperasikan proses melalui ATM tersebut. Sehingga, dana PKH ke-4 sebesar Rp 390 ribu dikoordinir oleh kepala dusun. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan yang sering terjadi saat melakukan pencairan. “Kebetulan kan istri saya sebagai ketua kelompok, jadi untuk ibu-ibu yang gak bisa menggunakan ATM lebih menitipkan penairan PKH nya kepada istri saya,” katanya, kepada Radar Karawang, Selasa (5/12) kemarin.
Dirinya mengakui jika pencairan dana PKH secara kolektif tersebut dinilai riskan, karena dari 30 anggota penerima manfaat PKH, 23 diantaranya lebih memilih mencairkan dana PKH dengan menitipkan kartu ATM kepada ketua kelompok. Mengingat, turunnya dana PKH melalui ATM merupakan hal yang baru bagi masyarakat, karena pada umumnya masyarakat penerima manfaat PKH merupakan masyarakat awam. “Kadangkan masyarakat penerima manfaat PKH itu kan gak bisa semua, kadang suka ada yang salah masukan PIN, salah masukan kartu ATM, bahkan gak tau sama sekali caranya, dan karena hal itu, mereka lebih baik menitipkan pencairan tersebut secara kolektif,” ujarnya.
Meskipun dirinya yang mengambil dana kolektif PKH tersebut, lanjut Carma, uang tersebut tidak pernah dipotong. Adapun uang yang ia terima dari masyarakat penerima manfaat merupakan keridaan dari si pemberi. Carma mengaku, sebelum ia menerima uang dari penerima manfaat, terlebih dahulu ia menanyakan rida atau tidaknya uang tersebut diberikan kepadanya. “Sebelumnya masyarakat memberikan upah atas pengamblan dana PKH tersebut, saya tanya dulu masyarakat, rida atau tidak, karena saya tidak pernah meminta. Namun kata mereka (masyarakat) rida, hanya sekedar untuk mengganti uang bensin. Ada yang ngasih goceng, ceban, dua puluh, bahkan ada yang tiga puluh, tergantung keridaan masyarakat,” ujarnya.
Koordinator PKH Kecamatan Tirtajaya Nurhasim menambahkan, melalui telepon selulernya, hal yang sudah biasa ketika pencairan dana PKH dipegang oleh ketua kelompok. Karena, keawaman masyarakat terhadap teknologi dinilai sangat wajar. Apalagi, proses pencairan dana PKH saat ini harus menggnakan ATM. “Udah biasa kok pencairan ATM di lakukan oleh ketua kelompok, karena masyarakat penerima manfaat tidak semua bisa, wajar saja di titipkan,” ucapnya.
Adapun penerima manfaat yang memberikan uang atau hanya sekedar upah mengganti bensin terhadap ketua kelompok merupakan hal yang lumrah. Asalkan, jangan sampai penerima manfaat PKH dipaksa untuk membayar dan dilakukan potongan. “Jika saja hal tersebut terjadi, tentu saja sangat di larang, apalagi dengan pemaksaan. Adapun masyarakat dengan rida memberinya, ya gak apa-apa,” pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template