Kecamatan Diusulkan Bisa Keluarkan Suket - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kecamatan Diusulkan Bisa Keluarkan Suket

Kecamatan Diusulkan Bisa Keluarkan Suket

Written By Admin Raka on Kamis, 21 Desember 2017 | 21.00.00

KARAWANG, RAKA - Usulan agar Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) memangkas birokrasi pengurusan Surat Keterangan (Suket) Pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik kembali diungkapkan. Kemarin (20/12) keluhan terhadap ribetnya mengurus Suket disampaikan lagi. Bahkan dinilai menjadi penyebab rendahnya partisipasi warga untuk mengurus dokumen kependudukannya tersebut. Untuk itu Disdukcaptil disarankan agar kecamatan juga bisa mengeluarkan Suket.
"Ternyata ribet juga untuk bisa punya KTP. Pertama harus ke RT untuk melengkapi data, habis itu minta pengantar, terus dari desa ke kecamatan untuk melakukan perekaman. dari kecamatan ternyata masih disuruh ke Disdukcatpil untuk membuat Surat Keterangan (Suket) pengganti KTP," ucap Anilah (17) warga Dusun 1 Desa Kalibuaya, RT 003 RW 001, Kecamatan Telagasari.
Dia menilai pengurusan itu ribet karena proses administrasinya memakan waktu yang cukup lama, sehingga menguras tenaga dan materi. Padahal dia harus mendapatkan keterangan identitas diri untuk memenuhi persaratan lamaran pekerjaan. "Saya datang ketempat ini mau membuat KTP, buat melamar kerja tapi prosesnya panjang banget. Coba saja kalau di kecamatan juga bisa mengeluarkan Suket kan tidak harus ke Disdukcapil," ujarnya.
Dikatakan menguras tenaga dan materinya, hal itu karena harus mendatangi beberapa tempat, sedangkan jaraknya cukup jauh. "Selain uang aku keluar buat beli bensin dan ternyata cukup lumayan dalam pembuatan KTP ini, tapi tidak apa-apa, ini perjuangan aku buat cari kerja," tuturnya.
Anilah menginginkan, untuk pembuatan KTP seharusnya di Kecamatan kalau tidak di desa, agar tidak menguras tenaga terlalu banyak dan tidak harus mengeluarkan biaya tinggi untuk beli bensin supaya bisa sampai disdukcatpil. "Aku sangat berharap pembuatan KTP itu bisa di kecamatan kalau engak di desa, supaya tidak ribet," ucapnya.  pungkasnya.
Sebelumnya Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Lilis Jaya Sutisna mengatakan warga yang sudah wajib Kartu Tanda Penduduk (KTP) tetapi belum melakukan perekaman diingatkan agar segera melapor ke kecamatan untuk dilakukan perekaman KTP elektronik. Dikhawatir jika tidak dilaporkan dari sekarang akan berimbas terhadap pilkada serentak 2018 mendatang.
Untuk mendukung suksesnya pilkada serentak di Jawa Barat dan pemilihan umum 2019 berbasis e-KTP, perlu memantapkan penyiapan database kependudukan hasil pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcatpil Kabupaten/Kota yang akurat dan lengkap. Database itu sebagai bahan konsolidasi di ditjen kependudukan dan pencatatan sipil kementerian dalam negeri untuk kemudian ditetapkan menjadi data pendudukan potensial pemilih. (acu)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template