Kawista Jadi Motif Batik Khas Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kawista Jadi Motif Batik Khas Karawang

Kawista Jadi Motif Batik Khas Karawang

Written By Admin Raka on Rabu, 27 Desember 2017 | 12.15.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Kelompok anyaman bambu di Dusun Telar, Desa Waringinkarya, Kecamatan Lemahabang, sedang serius berlatih membatik. Dari 20 orang perajin batik yang tersebar di Karawang Timur dan Purwasari, kelompok Balebat menjadi bagian kepesertaan mengulik batik tulis yang ilmunya berasal dari Bandung. Selain batik gabah padi yang sudah banyak digunakan masyarakat Karawang, Balebat juga berencana membatik motif buah dan daun asli endemik Karawang,  yaitu kawista.
Ketua Kelompok Balebat Udin, mengatakan tahun depan, Karawang harus memiliki tren baru dalam fashion batik. Sebab, selain lumbung padi yang menjadi ciri khas batik saat ini, kedepan diupayakannya kawista bisa menjadi ikon dalam motif batik Karawang berikutnya. Selain buahnya yang bulat, daun-daun kawista yang lebat dan kecil hingga bunganya, menjadi inspirasi dalam motif batik. Pihaknya sebut Udin, sudah mendalami pelatihan membatik oleh maestro batiknya, yaitu Bung Komar asal Bandung. "Saya terinspirasi membatik motif kawista, saya kira ini akan menggeser tren batik yang sudah menjadi ikon karawang, yaitu motif padi," katanya kepada Radar Karawang, Selasa (26/12) kemarin.
Ia melanjutkan, motif batik kawista juga untuk menjadi agar buah endemik Karawang itu tidak punah. Karenanya, inspirasi bisa terwujud jika ditopang sokongan pemerintah, seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) hingga Dinas Pertanian. "Mudah-mudahan batik kawista bisa terwujud," ujarnya.
Ketua Asosiasi Industri Kecil Karawang (Aika) ini menambahkan, jika batik padi digunakan para pejabat, PNS dan guru, maka jika disetujui batik kawista ini bisa digunakan para pengusaha industri di Karawang, baik BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta lainnya. Bahkan bisa juga untuk anak usia pelajar. "Tinggal saat ini dukungan pelatihan dari Pemkab Karawang, produksi hingga hak paten," ujarnya.
Penyelia tanaman kawista asal Telagasari, Wawan Syarief mengatakan, kawista sudah disarankannya jauh-jauh hari jadi ikon Karawang. Selain bisa disimbolkan melalui batik, tanaman yang terancam punah ini juga harus dikembangkan lebih banyak di kantor-kantor pemerintah, perusahaan dan pusat perbelanjaan hingga jalan raya. Pihaknya siap memfasilitasi motif membatik kawista ini, dari buah, bunga dan daun harus terbawa, terlepas warnanya seperti apapun. "Ya bagus kalau memang ada yang siap menjadikan ikon, walaupun lewat batik saja dulu," pungkasnya.(rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template