Janji Politik Itu Penting, Pembuktiannya Lebih Penting - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Janji Politik Itu Penting, Pembuktiannya Lebih Penting

Janji Politik Itu Penting, Pembuktiannya Lebih Penting

Written By Admin Raka on Sabtu, 16 Desember 2017 | 10.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) termasuk pemilihan gubernur (Pilgub) dan pemilihan bupati (Pilbup), tidak lepas dari bumbu janji-janji politik. Hal ini merupakan sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri cukup besar pengaruhnya.
"Politik dan janji, dua hal yang berkaitan erat karena tanggapan pemahaman orang atas relasi keduanya, ternyata sangat tergantung pada situasi dan kepentingan politis. Hal ini menjadi nyata, secara khusus ketika kita sedang berhadapan dengan momentum pemilu, entah pemilihan legislatif ataupun eksekutif," kata konsultan politik dan hukum di Purwakarta, Gegen Diosya, SH, MH, belum lama ini.
Menurutnya, banyak paket calon pemimpin eksekutif yang menjual janji di mana-mana pada berbagai kesempatan, bahkan para caleg yang namanya hanya terdaftar pada daftar calon sementara pun sudah keluar masuk kampung untuk memperkenalkan diri sambil menebar janji. "Janji-janji yang ditebar politisi bisa bermacam-macam, mulai dari janji akan membangun jalan sampai mempermudah lapangan pekerjaan dan janji lain yang menggiurkan konstituen," tutur pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris di Pengadilan Negeri Purwakarta ini.
Jika diperhatikan, lanjut Gegen, apa yang dikatakan para politisi, sesungguhnya pernyataan tersebut adalah serangkaian janji. "Sekalipun masyarakat tidak sedikit yang sudah tidak percaya karena janji politik identik dengan kebohongan. Di dunia politik pada hakikatnya politik tanpa janji adalah politik yang buruk, politik tanpa janji adalah terperosok menjadi sebuah pragmatisme yang tidak mempunyai pandangan jauh kedepan dan hanya berkutat dengan apa yang ada dihadapan hidung," bebernya.
Bukan hanya itu, politik tanpa janji tidak patut disebut sebagai politik, kenapa demikian? "Pertama seorang politisi tanpa janji tidak akan ada visi, tanpa visi orang tidak akan memiliki arah yang jelas untuk melangkah. Visi adalah janji yang disampaikan seorang calon pemimpin kepada masyarakat berkaitan dengan kondisi ideal dalam momen untuk menjadi pemimpin melalui mekanisme pemilihan umum. Politik dibutuhkan bagi yang menghendaki perubahan, dan perubahan tanpa visi dan janji adalah sebuah perjalanan dalam kebutaan dan kekelaman," ujarnya.
Kemudian, yang kedua tanpa membuat janji, seorang pemimpin tidak akan dapat dinilai, karena sebuah penilaian memerlukan rujukan dan rujukan tersebut adalah sebuah janji seorang calon pemimpin yang ditebar ke masyarakat. Memperhatikan pertimbangan tersebut, maka janji politik adalah hal yang niscaya dalam sebuah demokrasi, malah dapat dikatakan seorang pemimpin tanpa janji sama buruknya dengan seorang pemimpin yang kemudian mengingkari janjinya. "Politik memang tidak pernah bebas dari janji, dan para politisi selalu membuat janji, diakui atau tidak akan menjadi tanggung jawab bersama untuk menilai janji politik tersebut. Mari kita nilai janji politik dan kepribadian para calon pemimpin kita dalam pilkada serentak 2018 nanti, agar kita dapat menghasilkan pemimpin dengan janji dan visi yang baik dan benar sesuai amanat rakyat," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template