Hasil Studi Banding ke Malang Ditagih - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Hasil Studi Banding ke Malang Ditagih

Hasil Studi Banding ke Malang Ditagih

Written By Angga Praditya on Sabtu, 23 Desember 2017 | 16.00.00

Pasar di Karawang Masih Semrawut

KLARI, RAKA - Menjadi kewajiban bagi pejabat yang melakukan kunjungan ke daerah lain untuk mengaplikasikan apa yang didapatnya untuk kemajuan daerah. Seperti kunjungan beberapa camat dan pejabat lainnya ke Kota Malang, saat ini masyarakat menunggu hasil dan tindak lanjut dari kunjungan tersebut. Terlebih kunjungan dilakukan dengan menggunakan anggaran pemerintah yang sumbernya berasal dari rakyat.
Humas LSM Gerakan Solidaritas Masyarakat Bersatu (GSMB), Aripudin menyampaikan, kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah jangan hanya sebatas kegiatan ceremonial yang selesai sampai saat mereka pulang saja. Melainkan harus benar-benar diterapkan di Kabupaten Karawang. Dengan demikian, kunjungan yang menggunakan anggaran negara itu tidak buang-buang uang saja, tapi memang benar ada hasil yang didapat untuk kebaikan Karawang dan kebaikan warga Karawang. "Merekakan studi banding pakai uang rakyat itu, jadi hasilnya harus benar-benar menyentuh rakyat juga. Apalagi pasar di Karawang terlihat sangat kacau, harus segera diterapkan, rakyat menunggu," tegasnya.
Sekretaris Desa Duren Basri yang ikut hadir melaksanakan kunjungan bersama para camat itu mengaku, pengelolaan pasar desa yang ada di Kabupaten Karawang sangat berbeda jauh dengan di Kota Malang. Pertama kata dia, di Malang sudah tidak ada pasar yang dikelola oleh desa, semua pasar dikelola langsung oleh pemerintah Kota Malang. Maka tak heran jika pengelolaanya begitu lebih baik dibandingkan dengan pengelolaan pasar desa. "Perbandingannya 90 sama 10 persen anatara pasar di Karawang sama Malang," katanya.
Dalam kunjungan tersebut dia juga menceriatakan bahwa masih banyak kekurangan yang dialami oleh pasar desa di Karawang, di Malang sendiri kata dia, sudah ada pendidikan tentang pasar yaitu melalui sekolah pasar, jadi mereka yang melakukan pengelolaan pasar maupun orang pasar di dalamnya bisa mempelajari apa saja yang ada di pasar terlebih dahulu sebelum turun ke pasar. Bukan hanya itu bahkan kata dia, setiap masyarakat juga bisa mempelajari tentang pasar secara bebas melalui sekolah pasar. "Uniknya disana ada sekolah pasar juga loh," tuturnya.
Selain sekolah pasar, untuk jam-jam kegiatan di pasar sendiri disana sudah ditentukan waktunya dimana para pedagang pasar bisa membagi waktu jualannya antara sesama pedagang pasar lainnya. Bahkan para pedagang disana juga taat akan aturan yang diberlakukan oleh pemerintahan Kota Malang. Tidak seperti pasar yang ada di Karawang, jangankan untuk para pedagang pasar sendiri bagi parta pengendara yang sering melintas jalan saja sulit untuk dilakukan penertiban. "Jadi untuk jam pasar saja sudah diatur, sama penertiban jalan juga tidak sembarangan," akunya.
Kondisi pasar di Kota Malang sendiri masih belum memiliki pasar dua lantai, namun pengelolaan pasar baik dalam kebersihan lingkungan serta penertiban lalu lintas di lokasi pasarnya juga sangat baik. Untuk pembuangan sampah sendiri, mereka tidak membuang sampah di semabarang tempat, ada tempat khusus yang disediakan di belakang pasar. Sehingga pemandangan depan pasar terlihat rapih dan bersih. "Mereka juga memiliki mobil pengangkut sampah pasar sendiri, jadi tidak harus menunggu petugas kebersihan," ucapnya.
Dia menjalaskan dalam kunjungan kemarin, ada 30 orang yang mengikuti kunjungan tersebut, besar kecilnya pembelajaran yang didapatkan di Malang nanti ada kemungkinan akan diterapkan di Karawang namun tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. "Kita bia menerapkan pengelolaan pasar seperti di Malang, namun butuh waktu yang cukup lama," ungkapnya.
Sementara Camat Klari, Rachmat menilai bahwa pasar yang ada di Karawang sangat tertinggal jauh dengan pasar yang ada di Kota Malang. Baik dalam pengelolaan pasarnya maupun fasilitas yang disediakan di pasar tersebut. "Itu pentingnya studi banding, jadi kita bisa belajar sama kota lain, beda jauh banget sama pasar di Karawang," akunya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template