Harga Sembako Tidak Mau Turun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Harga Sembako Tidak Mau Turun

Harga Sembako Tidak Mau Turun

Written By Angga Praditya on Minggu, 24 Desember 2017 | 20.00.00

TEGALWARU,RAKA –  Harga kebutuhan pokok memasuki Natal dan Tahun Baru mengalami kenaikan hampir merata disemua jenis kebutuhan. Akibatnya bukan hanya konsumen yang mengeluhkan bahkan pedagang mengaku pelanggannya ikut menyusut lantaran keterbatasan daya beli.
Sembako yang mengalami kenaikan diantaranya telur ayam dari Rp 24.000/kg naik menjadi Rp 28.000/kg, cabai rawit dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 40.000/kg, cabai besar dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 40.000/kg, bawang besar dari Rp.28.000/kg naik menjadi Rp 40.000/kg, daging ayam dari Rp 32.000 naik menjadi Rp 38.000/kg, beras dari satu liter Rp 7500/ltr menjadi Rp 8.500/ltr, minyak sayur dari Rp 10.500 naik menjadi Rp 12.000/ltr
Bahkan beberapa sayur mayur seperti Cabe hijau besar dan timun sulit sekali didapati di Pasar Loji. Kemungkinan kenaikan tersebut disinyalir karena perubahan iklim dan distribusi sehingga pasokan untuk wilayah Pasar Loji mengalami sedikit keterlambatan, sehingga memicu kenaikan.
Diutarakan Salim (40) pedagang sayur di Pasar Loji, kenaikan sayur mayur ditenggarai akibat tingginya biaya distribusi yang saat ini masih terhambat oleh liburan di awal tahun. Sekarang Pasar Loji pun tengah bersepakat agar bisa mendapatkan pasokan dari wilayah Kota dari Jawa seperti, dari Brebes dan Malang, Jawa Timur. “Kami akan coba mengadakan kumpulan agar bisa berbelanja di luar wilayah seperti di Jawa tengah dan Timur agar tidak lagi mengandalkan pasar Cibitung karena pasokan di wilayah Pasar Loji untuk kebutuhan masyarakat sudah naik dari tahun-tahun sebelunya," katanya.
Sementara ditempat terpisah, Ocoh (36) Warga Kampung Cinaga yang mempunyai warung di wilayah itu mengaku kebingungan dengan harga kebutuhan pojok sekarang ini. Semuanya merangkak naik. Khawatir pelanggannya kabur maka dirinya mensiati dengan dikelompokan jualannya agar tidak terasa kenaikannya tersebut. “Saya sengaja untuk mensiastinya dengan membuat sayur mayur itu di kelompokan dalam satu plastik dengan harga yang bervariasi ya berdasarkan ons dan timbangan kecil saja. Bahkan saya jual per batang untuk cabe. Kalau bawang ya dimasukan dalam plastik ukuran ons saja biar pembeli tidak mengeluh," ujarnya.
Diaminkan H. Darsa (60) pemilik toko sayur mayur di Pasar Loji, kenaikan awal tahun seperti itu sudah menjadi kebiasaan pasar, terutama di beberapa barang hasil kiriman. Seperti bawang, cabe dan beberapa kebutuhan yang lainnya. “Faktor cuaca juga sama menjadi pendukung terjadinya permasalahan tersebut karena para petani bawang yang ada di wilayah Brebes saja saat saya langsung ke lokasi kebingungan lantaran banyak yang rusak karena genangan air," paparnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template