Giliran Lima Nelayan Subang Hilang di Laut Cilebar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Giliran Lima Nelayan Subang Hilang di Laut Cilebar

Giliran Lima Nelayan Subang Hilang di Laut Cilebar

Written By Angga Praditya on Senin, 04 Desember 2017 | 12.15.00

CILEBAR, RAKA - Belum selesai pencarian nelayan rajungan asal Betokmati, Kecamatan Cilebar, Musa. Kabar duka kembali menyelimuti pesisir Karawang. Gelombang tinggi menghempaskan Kapal KM Mekarjati 03 asal Blanakan Subang. Lima dari 11 anak buah kapal hilang. Sisanya selamat.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, perahu nahas itu ditemukan tanpa awak di perairan Karawang dekat anjungan Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), sekitar 12 mil dari pesisir pantai Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar.
Sekretaris II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Karawang Wanusuki mengatakan, malapetaka yang menimpa nelayan Blanakan tersebut akibat cuaca buruk. Apalagi saat ini memasuki angin barat daya, dimana gelombang laut cukup tinggi. "Ombak tidak terlihat besar di pantai karena angin barat daya melaju ke utara. Tapi setelah di tengah laut, ombak berbenturan dengan ombak yang menuju ke pantai sehingga menggulung," katanya kepada Radar Karawang, Minggu (3/12) kemarin.
Kasatpol Air Polres Karawang AKP Z Sitorus membenarkan lima dari 11 ABK KM Mekarjati 03 masih hilang karena dihantam ombak di perairan Obor, Kamis (30/11). sejauh ini belum diketahui keberadaannya. Sementara enam korban lainnya selamat setelah terapung di laut selama 12 jam. Mereka ditemukan awak kapal Pertamina di perbatasan Karawang-Subang saat berpatroli. "Kapal yamg berangkat pukul 04.00 dari Blanakan itu ditumpangi 11 orang dan dihantam ombak di lambung kiri hingga terbalik di perairan Obor, saat hendak pulang menangkap ikan. Mereka melompat ke laut dan terbagi menjadi dua kelompok. Enam orang memegang bambu-bambu dan lima orang menggunakan jerigen," ujarnya.
Sitorus menambahkan, angin kencang dan ombak besar membuat posisi mereka terpisah. Setelah 12 jam terapung di laut, enam orang yang memegangi bambu menemukan anjungan Pertamina (UWA) dan berlindung selama 5 jam. Sementara lima orang yang menggunakan jerigen belum diketahui keberadaannya. Baru pada Jumat sekitar pukul 21.00 WIB, kapal patroli Pertamina TB Sejahtera datang dan melakukan pertolongan. "Penyerahan (korban) dilakukan nahkoda TB Dadi Mulyadi Pukul 12.00 WIB, kami  menuju TPI Fajar Sidik, Blanakan, Kabupaten Subang, untuk menyerahkan korban kepada perwakilan keluarga. Keenamnya dalam kondisi sehat," ucapnya.
Sedangkan lima korban yang masih hilang, kata Sitorus sedang dicari oleh pihak Pertamina kurang lebih 5 mil dari TKP. "Lima lain masih dalam pencarian," katanya. (rok/rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template