Gas Melon Mau Diganti Gas Pink, Ibu-ibu Panik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Gas Melon Mau Diganti Gas Pink, Ibu-ibu Panik

Gas Melon Mau Diganti Gas Pink, Ibu-ibu Panik

Written By Angga Praditya on Selasa, 05 Desember 2017 | 18.00.00


TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Ibu rumah tangga di dua kecamatan berbeda di wilayah selatan Karawang dilanda kepanikan. Sejak sepekan terakhir gas elpiji ukuran 3 kg tiba-tiba menghilang dari daerah mereka. Kini ibu-ibu itu terpaksa menggunakan kayu bakar supaya tetap bisa memasak.
"Tidak tahu mau mencari kemana lagi gas melonnya. Ke daerah Telukjambe Timur juga sudah tapi disanapun sama, tidak ada gas melon," ucap H. Juanim (42) kepada Radar Karawang, Senin (4/12). Dia menambahkan jika tetap tidak mendapatkan gas melon terpaksa mencari kayu bakar sebagai bahan bakar pengganti gal elpiji, meski diakuinya sebagian warga di tempatnya sudah lebih dahulu menggunakan kayu bakar.
Saat ini, kata warga Telukjambe Barat itu, beredar kabar gas melon ukuran 3 kg sengaja menghilang karena akan diganti dengan gas elpiji ukuran 5,5 kg berwarna pink. Makanya sejak beberapa kali pengiriman kuota gas melon ukuran 3 kg sengaja dikurangi. Sebelumnya perihal peralihan gas melon berwarna hijau ukuran 3 kg ke ukuran 5,5 kg berwarna pink sudah disampaikan agen ke masyarakat.
Hal senada diungkapian Rusta (44) warga Kecamatan Tegalwaru. Gas elpiji 3 kg sudah langka ditemui di tiap-tiap warung yang biasa menjual. Bahkan dirinya pun mencari gas sampai ke Kecamatan Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur. Tetapi di dua kecamatan itu juga mengalami nasib yang sama, tidak ada gas melon ukuran 3 kg. "Saya dari pagi mencari gas sudah ke beberapa tempat namun tetap tidak ada hasil," ucapnya.
Sementara untuk memasak di rumah, tutur Rusta,  istrinya terpaksa menggunakan kayu bakar. "Informasi dari distributor memang akan ada peralihan dari gas elpiji ukuran 3 kg ke ukuran 5,5 kg. Jadi gas melon mau diganti dengan gas yang disebut bright berwarna pink. Cuma persoalannya kalau gas bright itukan tidak disubsidi jadi mahal harganya," ucapnya. 
Menanggapi persoalan tersebut Plt. Camat Tegalwaru H. Udin Samsudin SH. MH. mengatakan dia akan berkoordinasi dengan Kasie Trantib guna mendapatkan kejelasan. Diakuinya gal elpiji ukuran 3 kg memang sedang langka di wilayahnya, akan tetapi semua kecamatan menghadapi persoalan sama. "Saya akan tugaskan Satuan Polisi Pamong Praja, Untuk dapatkan informasi selengkap-lengkapnya. Apa penyebab kelangkaan itu, bahkan saya sudah telepon Komandan regunya," ucapnya.
Bahkan, terang camat berdasarkan informasi aparatnya yang berada di salah satu distributor gas di wilayah mengatakan jumlah pengiriman gas elpiji 3 kg memang ada pengurangan karena akan adanya pengalihanan jenis tabung hijau ke warna pink. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template