DLHK Diminta Kunjungi Lio Pembakaran Kapur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DLHK Diminta Kunjungi Lio Pembakaran Kapur

DLHK Diminta Kunjungi Lio Pembakaran Kapur

Written By Admin Raka on Jumat, 08 Desember 2017 | 17.30.00

PANGKALAN, RAKA - Warga yang melintasi Jalan Badami Loji di perlintasan Kampung Pakapuran, Desa Tamansari kembali mengeluhkan asap hitam hasil pembakaran batu kapur di pinggir perlintasan tersebut. Selain membahayakan kesehatan asap yang menutup pandangan pengendara itu rawan mengakibatkan kecelakaan.
Hampir setiap hari produksi pembakaran kapur di wilayah itu tetap di lakukan, padahal pada hari Sabtu juga Minggu, Intensitas pengguna jalan terutama wisatawan yang hendak berkunjung ke wilayah Selatan Karawang cukup banyak. Karena kebanyakan mereka pengunjung maka kondisi jalan belum mereka ketahui. Tak jarang mereka lambatkan kendaraan guna hindari kecelakaan.
Heriadi Fatahillah (35) sopir minibus dari Jakarta yang hendak mengisi liburan ke wilayah Kecamatan Tegalwaru menyampaikan, jika asap tebal dari pabrik sebabkan pandangan nya terbatas. "Saya sengaja memperlambat kecepatan kendaraan untuk menghindari kecelakaan," ucapnya, belum lama ini.
Di tempat terpisah, Malik (44) pengendara motor Warga Kampung Sukatani Kabupaten Bekasi menuturkan aktivitas pembakaran batu kapur di lingkungan tersebut selain mengganggu pandangan mata juga sesak saat terhirup. "Saya pikir hanya satu saja pabrik yang beroperasi tetapi ternyata banyak. Semestinya sih sabtu dan minggu libur jangan ada aktivitas, sehingga wisatatawan merasa nyaman berkunjung ke objek wisatanya," tandasnya.
Sementara pemerhati lingkungan dari Organisasi pencinta lingkungan Oepas korak Ahmad Zaenal menyampaikan jika pemerintah harus bisa mengambil sikap agar pelaku usaha lio pembakaran kapur bisa di ajak inovatif sehingga tercipta suasana yang aman dan tidak pengaruhi pengguna jalan. Dirinya pun berpendapat bahwa ada solusi yang bisa di rencanakan agar pelaku usaha bisa mematuhinya. Kuncinya cuma satu, keseriusan pemerintah untuk bersikap dan  Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Karawang mesti Sering melakukan lawatan di lapangan agar mengetahui apa yang menjadi kendala antara pelaku usaha, masyarakat dan lingkungan.
"Bisa saja kan, ketika ada upaya yang memang mengarahkan agar pelaku usaha pabrik kapur itu di relokasi semisal mengajak peran Perum Perhutani agar mereka bisa di sentralkan pada satu tempat agar semua nya bisa jauh lebih baik, atau Pemerintah bisa mengajak peran tehnologi agar pemilik lio bisa membuat cerobong asap dengan ketinggian berapa meter yang aman dan tidak membahayakan. Selain menggunakan teknologi sebagai penyeimbang, kan itu semua bisa di lakukan agar tidak ada satu pun yang merasa di rugikan, Ya itu hanya pendapat agar Pemerintah bisa tanggap dengan apa yang terjadi di lapangan," ucapnya. (ari)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template