Disdik Karawang dan Bakorwil II Tidak Harmonis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Disdik Karawang dan Bakorwil II Tidak Harmonis

Disdik Karawang dan Bakorwil II Tidak Harmonis

Written By Angga Praditya on Jumat, 15 Desember 2017 | 20.00.00

KLARI, RAKA - Penghapusan dana Peningkatan Managemen Mutu Sekolah (PMMS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Karawang diduga akibat tidak harmonisnya antara Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dengan Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan Wilayah II Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut memberikan dampak buruk untuk perkembangan lembaga pendidikan tingkat SMA sederajat yang ada di Karawang.
Kepala SMAN 2 Klari Unang Suryawan,M.Pd mengatakan, bahwa setelah pemidanahan pengelolaan ke provinsi pemerintah daerah khusunya Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang sendiri mulai terasa hilang kepedulian terhadap sekolah sekolah SMA yang ada di karawang. Menurutnya dengan dicabutnya dana PMMS di tahun 2017 menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah melalui dinas pendidikan sudah tidak perduli terhadap sekolah SMA. "Kabar yang saya dengar hubungan antara Dinas Pendidikan Karawang dan Koordinator Wilayah 2 Provinsi tidak akur, yaitu Ibu Otin sampai sekarang tidak pernah melaukan kunjungan ke Karawang, begitupun Dinas Pendidikan Karawang jadi cuek," ceritanya.
Menurutnya kabar ketidak harmonisan tersebut sudah tidak menjadi hal yang aneh lagi dikalangan kepala sekolah SMA/SMK di Karawang. Dirinya juga tidak bisa mempersalahkan kedua pihak tersebut justru kata dia, yang menjadi bahaya dari ketidak harmonisan kedunya, sekolah SMA sederajat yang menjadi korban. Maka dia meminta baik dinas pendidikan Kabupaten Karawang yang di pimpin Dadan dan Bakorwil 2 Provinsi oleh Otin harusnya mengesampingkan permasalahan tersebut. "Ibu Otin tidak pernah ke Karawang dan berkunjung ke Dinas Pendidikan Karawang, dan dinas juga mungkin setelah pengelolaan ke provinsi jadi cuek," tuturnya.
Sementara Ketua MKKS SMA Kabupaten Karawang, Dwi Styono mengyampaikan, dengan dihapuskannya Dana Peningkatan Mangemen Mutu Sekolah (PMMS) oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang membuat semua sekolah khusunya tingkat SMA/SMK harus berpikir keras. Sebab, jika dihitung dari dana bantuan Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang turun setiap tahunnya ke siswa sebesar Rp1.400.000 dari pusat dan uang sebesar Rp700.000 dari provinsi tersebut tidak akan cukup. Menurutnya hasil dari perhitungan statistik dinas pendidikan sendiri kebutuhan siswa menghabiskan anggaran sebesar Rp.4.800.000 pertahunya untuk kebutuhan sekolah. "Yang jelas dana PMMS di tahun 2017 di hapus, mungkin karena pengelolaan sudah ke provinsi," akunya.
Selain itu dirinya berharap bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) bisa membantu kembali dunia pendidikan di daerah sendiri. Jangan sampai kata dia, setelah pengelolaan SMA/SMK beralih ke Provinsi, pemerintah daerah Karawang cuek. "Semoga pemerintah daerah bisa tahu, kalau kabar sih katanya PMMS kan turun lagi di tahun 2018, semoga aja bener," pungkasnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template