Dinkes Belum Nyatakan KLB Difteri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dinkes Belum Nyatakan KLB Difteri

Dinkes Belum Nyatakan KLB Difteri

Written By Admin Raka on Jumat, 15 Desember 2017 | 17.00.00

Puskesmas Kerahkan Kader Kesehatan 

PANGKALAN, RAKA - Meski Dinas Kesehatan (Dinkes) belum menyatakan Keadaan Luar Biasa (KLB) terhadap penyebaran penyakit difteri, namun hampir secara menyeluruh puskesmas-puskesmas di tiap kecamatan gencar melakukan pencegahan, tanpa terkecuali Puskesmas Pangkalan. Puskesmas itu menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) yakni imunisasi masal. Sebelumnya RSUD Karawang sudah menyatakan KLB Difteri.
Kepala UPTD Puskesmas Pangkalan Hj. Wiwin menjelaskan imunisasi difteri akan dilakukan secara massal. Kegiatan ini dilakukan untuk memutus mata rantai penularan virus Difteri pada anak usia 1 sampai dengan 18 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. "Imunisasi difteri tidak melihat apakah si anak sudah pernah melakukan imunisasi sebelumnya atau belum. Jadi, anak-anak wajib melakukan imunisasi difteri," ucap Wiwin kepada Radar Karawang, Kamis (14/12).
Ia menambahkan hingga saat ini pihaknya terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi difteri terhadap anak. "Difteri itu mudah menular dan sangat membahayakan jiwa manusia, makanya kami terus berusaha menyadarkan masyarakat akan pentingnya imunisasi ini terhadap anak-anak mereka," ucapnya.
Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegash penularan virus difteri bisa dilakukan dengan memberikan kekebalan pada anak-anak lewat imunisasi Difteri Pertusis Tetanus
(DPT) untuk anak bayi. Imunisasi diberikan sebanyak 3 kali yaitu pada saat usia 2, 3 dan 4 bulan. Imunisasi DT untuk anak usia sekolah dasar (usia kurang dari 7 tahun) dan diberikan satu kali, sedang Imunisasi dengan vaksin DT dewasa untuk usia 7 tahun ke atas.
Selain itu, menghindari kontak dengan penderita langsung difteri dan menjaga kebersihan diri juga upaya mencega penyebaran penyakit tersebut. Disamping menjaga stamina tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan berolahraga, juga cuci tangan sebelum makan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur. Bila mempunyai keluhan sakit saat menelan segera memeriksakan ke unit pelayanan kesehatan terdekat.
Kegiatan puskesmas terkait penanggulangan difteri melakukan ORI dengan sasaran anak 1 tahun hingga usia 19 tahun serta mengadakan rapat koordinasi bersama Muspika terkiat. Pemberitahuan langsung kepada penderita agar selalu menggunakan alat perlindungan diri seperti gunakan masker, cuci tangan menggunakan sabun atau gunakan detergen tangan.
"Berdasarkan hasil laboratorium RSUD Karawang seorang warga kecamatan Pangkalan positif menderita difteri, yaitu warga Kampung Citaman RT 01/01, Desa Tamansari. Nama nya Rizal Fadilah, usia 13 Tahun. Kami menanggapi serius ini, makanya gencar melakukan upaya pencegahan saat ini, agar penyakitnya tidak meluas," ucap Wiwin.
Untuk itu, lanjut Wiwin, Puskesmas melalukan pantauan dengan mengerahkan petugas tim desa melalui PSM selain melakukan monitoring dan evaluasi (Monev). "Kami langsung mengupayakan pencegahan dengan terus melakukan sosialisasi dan pemberian imunisasi difteri," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template