Difteri Mengganas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Difteri Mengganas

Difteri Mengganas

Written By Angga Praditya on Jumat, 08 Desember 2017 | 11.30.00

300 Ribu Anak Segera Diimunisasi Massal

PURWAKARTA, RAKA - Setelah difteri mewabah di Kabupaten Purwakarta, Dinas Kesehatan berencana akan menggelar imunisasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT) serentak pada minggu kedua Desember tahun ini, dengan sasaran ratusan ribu anak-anak di wilayah Purwakarta. Langkah tersebut diambil menyusul status Kondisi Luar Biasa (KLB) wabah difteri di Purwakarta.
"Purwakarta sudah KLB Difteri, KLB Difteri itu satu kasus saja sudah masuk KLB. Saat ini di Kabupaten Purwakarta sudah ada 29 kasus dengan satu orang meninggal dunia," ujar Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Purwakarta Muh Yubaedi Z, kepada sejumlah awak media, Kamis (7/12).
Didampingi Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinkes Purwakarta dr Eva Lystia ?Dewi. Ia menambahkan, jumlah warga usia 0-19 tahun yang diimunisasi mencapai 30 persen lebih warga Purwakarta, dengan total penduduk versi Badan Pusat Statistik tahun 2016 sebanyak 932.701 jiwa.
"Imunisasi akan dilakukan di setiap puskesmas di Purwakarta dan sekolah. Jumlah sasarannya usia 1 sampai dengan 15 tahun, yaitu 71.110 anak. Usia 5-7 tahun sebanyak 35.296 anak, dan usia 7-19 tahun sebanyak 203.744 anak," ujar dia.
Meski KLB difteri, angka kasus tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Pada 2016, pasien difteri mencapai 49 kasus dengan satu orang meninggal, dan tahun ini 29 kasus dengan satu orang meninggal dunia. "Yang sudah kami lakukan berupa penyediaan anti difteri serum (ADS) dan eritromisin. ?Kami sempat menemukan kesulitan mencari ADS karena sudah tidak diproduksi, itu karena difteri ini penyakit yang dianggap orang sudah hilang tapi ternyata muncul lagi. Jadi saat kami mencari ADS di produsen tidak ada, kami cari ke daerah lain yang tidak terkena difteri, Alhamdulillah ada," ujar Eva menimpali.
Saat ini, dari 29 kasus yang ada, sudah empat pasien yang dirawat di ruang isolasi. "Kami juga sudah melakukan penghentian transmisi difteri dengan cara pengobatan penderita, pemberian profilaksis terhadap kontak dan pemberian iminisasi selektif pada kontak. Termasuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar dan booster," ujar Eva.
Difteri merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan corynebacterium diptheriae dengan gejala, dan tanda klinis demam hingga 38 derajat celcius. Lalu ada pseudomembrane putih keabu-abuan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah difring, laring atau tonsil. Masa inkubasi penyakit 2-5 hari dan bisa menularkan ke orang lain pada 2-4 minggu sejak masa inkubasi. Masa penularan mencapi 6 bulan. "Penyakit bisa menular dengan kontak langsung dengan penderita. Difteri bisa menyebabkan kematian dengan rata-rata 5-10 persen pada anak usia kurang dari 5 tahun. Difteri hanya bisa dicegah dengan memberikan imunisasi DPT minimal 3 dosis saat bayi ditambah booster pada batita dan anak sekolah," pungkas Eva. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template