Dicurigai Belok ke Jatisari - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dicurigai Belok ke Jatisari

Dicurigai Belok ke Jatisari

Written By Admin Raka on Jumat, 29 Desember 2017 | 18.00.00

Dana Perbaikan Jalan Rp 6 Miliar Tidak Jadi ke Cilamaya

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sempat dianggarkan Rp 6 miliar untuk perbaikan jalan penghubung Desa Cikalong - Cilamaya di Kecamatan Cilamaya Wetan, tetapi sayang anggaran itu tidak sampai terealisasi. Alhasil jalan penghubung dari Karasak ke arah utara Cilamaya itu tetap rusak hingga sekarang. Bahkan tiga bulan terakhir kondisinya semakin parah hingga serperti kubangan besar yang ditengah jalan tersebut.
Kades Cilamaya Kuswaedi mengaku heran dengan kondisi jalanan yang luput dari perhatian Pemkab. Sebelumnya memang sudah pernah ada pengajuan, malah sudah keluar angka yang dianggarkan tetapi heran sampai sekarang angka itu belum menyentuh jalan rusak penghubung Desa Cikalong dan Cilamaya. Saat ini akses jalan yang melintas dari Tegalwaru,  Mekarmaya dan Cilamaya itu rusak disejumlah titik seperti SPBU dan pertigaan Pertamina Gas.
Kades Kuswaedi curiga apakah alokasi yang seharusnya diplot untuk jalur Karasak - Cilamaya ini dialihkan ke Jatisari karena lebih diprioritaskan jalur mudik ke arah Cikalong, atau memang tidak masuk anggarannya. Ia berharap, akses jalan yang semakin banyak lubang ke arah Desanya tersebut, bisa segera diprogramkan dan diperbaiki. " Saya duga jalannya dialihkan ke Banyusari - Jatisari karena lebih prioritas jalur mudik sih disana mah, kita dilupakan," katanya.
Ketua Ikatan Kepala Desa (IKD) Cilamaya Wetan, H Udin Abdul Gani mengatakan jalanan rusak yang berlokasi di Desa Tegalwaru, Mekarmaya dan Cilamaya merupakan akses hidup menuju Pasar Cilamaya dan Subang. Ia sempat mendengar kabar bahwa ada anggaran Rp 6 miliar untuk alokasi jalur Cilamaya Cikalong, namun memang kemudian akses dari Karasak - Cilamaya ini tidak ada satu titikpun yang dibangun.
Jalurnya sebut Udin memang ada, namun karena jalur mudik lebih diutamakan, jadi akses Karasak - Cikalong kemungkinan lebih diprioritaskan. Namun hal itu berakibat buruk bagi masyarakat yang menuju arah Cilamaya, karena jalanannya justru semakin banyak lubang dan keroakan yang membahayakan pengendara. Bagi yang tidak hapal medan, sebut Udin, bisa terjatuh karena lubangnya seperti ranjau, begitupun saat hujan, lubang-lubang jalanan tersebut menjadi kubangan. "Akses jalannya semakin membahayakan, apalagi saat hujan jadi banyak Kubangan, utamanya di dekat SPBU - SMP 1 dan juga di pertigaan Pertamina Gas," katanya.
Lebih jauh Udin menambahkan, apakah kerusakan itu memang disebabkan alam akibat hujan baru-baru ini, atau memang akibat mobil besar Pertamina Gas yang juga memperparah lalulalang kendaraannya hingga memperbanyak lubang. Terlepas dari hal itu, urusan prioritas dan bukan prioritas, ia akui, dirinya mungkin saja kurang masif melakukan pendekatan ke PUPR untuk memuluskan harapan, karena nika menginginkan sesuatu sebut Udin, harus ada pengorbanan terlebih dahulu. "ita akui kurang pendekatan kuga sama PUPR, semoga kedepan bisa diprogramkan lagi," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template