Desa Tanjungsari Lestarikan Hajat Bumi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Desa Tanjungsari Lestarikan Hajat Bumi

Desa Tanjungsari Lestarikan Hajat Bumi

Written By Angga Praditya on Kamis, 07 Desember 2017 | 20.30.00

CILEBAR, RAKA- Menjaga adat dan kebudayaan hajat bumi yang merupakan warisan leluhur agar tetap lestari, di lakukan oleh Pemerintah Desa Tanjungsari, Kecamatan Cilebar. Namun bukan hanya syukuran secara adat, agar benar-benar terasa dan bisa berbekas kepada masyarakat, kegiatan ini pun diisi dengan tausyiah agama.
Kepala Dusun Turi Barat Asep Sumarna, mengatakan, adat dan kebudayaan Indonesia di tiap-tiap daerah sangatlah banyak. Agar tetap lestari, setiap masyarakat wajib menjaganya. Hajat bumi yang merupakan salah satu adat masyarakat ini dilakukan untuk mencurahkan rasa syukur kepada Tuhan atas segala hasil bumi dan pemberiannya. Tentunya rasa syukur tersebut tidak bisa lepas dari kepercayaan dan keimanan seseorang dalam satu masyarakat, apalagi untuk negara Indonesia ini yang mayoritas muslim. "Kita adakan hajat bumi ini sebagai bentuk syukur kepada Tuhan, namun jangan sampai lupa kepercayaan agama kita, maka dari itu kita sandingkan antara adat dan keagamaan biar seimbang," katanya, kepada Radar Karawang, Rabu (6/12) kemarin.
Lebih lanjutnya, melestarikan adat leluhur memang sudah menjadi tugas bagi penerusnya agar tidak hilang ditelan zaman. Selebihnya untuk menjaga identitas negara Indonesia yang memang dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya dan bahasa. "Kalau bukan kita yang meneruskannya, siapa lagi. Maka dari itu kita ajak masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga adat dan kebudayaan ini," ujarnya.
Rencananya, hajat bumi ini dilaksanakan dua hari berturut-turut. Selain hajat bumi dengan mengundang wayang golek untuk ruatan juga menghadirkan penceramah agama. Hal ini di lakukan, untuk menyeimbangkan antara adat kebudayaan dan memperkuat keagamaan masyarakat.
Di tempat yang sama, Sekretaris Desa Tanjungssari, Caryo Caryono mengatakan, hajat bumi berskala besar ini baru di laksanakan di Desa Tanjungsari. Sebelumnya masyarakat mengadakan hajat bum di tiap-tiap dusun dengan perayaan yang dinilai biasa. Untuk kali ini, para kepala dusun menginginkan hajat bumi yang lebih meriah dengan mengundang wayang golek dan penceramah agama. "Kalau bisa dibilang ini hajatnya para kadus, karena mereka yang menginginkan untuk hajat bumi inj.  Namun kata kadus tadi, hajat bumi ini bukan milik perseorangan, ini hajat dan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap alam," ucapnya.
Sedangkan dalam acara hajat bumi ini akan di gelar selama 2 hari 2 malam, dengan beberapa kegiatan yang bisa menggugah semangat masyarakat. Untuk hari pertama mengadakan acara ruatan dengan wayang golek, untuk hari kedua akan diadakan siraman rohani sebagai penyejuk sekaligus untuk menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap keagamaanya. "Acara syukuran hajat bumi diteruskan dengan siraman rohani ini, mudah-mudahan berkah dan berbekas di hai masyarakat," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template