Cilamaya Bakal jadi Kota - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cilamaya Bakal jadi Kota

Cilamaya Bakal jadi Kota

Written By Angga Praditya on Sabtu, 23 Desember 2017 | 12.30.00

TAHUN 2034

CILAMAYA WETAN, RAKA - Jauh dari hiruk pikuk jantung Karawang kota, diam-diam dua kecamatan di kabupaten ini mau bermetamorfosa menjadi kawasan perkotaan di tahun 2034. Selain Rengasdengklok, Kecamatan Cilamaya Wetan juga diporsikan 1,2 ribu hektare lahannya untuk kawasan perkotaan yang dikaji oleh tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Sekdes Rawagempol Wetan Tarman mengatakan, wacana dibentuknya kawasan perkotaan sudah mencuat. Dalam penelitian tim KLHS untuk menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Sehingga apa yang dibutuhkan untuk menopang kelangsungan rencana ini, diisi bagiannya oleh masing-masing instansi mulai saat ini. Entah wujud kota jenis apa yang akan direalisasikan tahun 2034 tersebut, apakah kawasan kota pertanian, kota industri atau kota Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), yang jelas KLHS sedang mengkajinya. "Kita dengar paparan ya memang jenis kawasan kota. Sekarang sedang dalam kajian terlebih dulu oleh KLHS untuk RDTR nya," ungkapnya kepada Radar Karawang, Jumat (22/12) kemarin.
Staf Desa Tegalwaru Kecamatan Cilamaya Wetan Yanto mengatakan, kabar yang diterimanya saat mewakili kepala desa dalam kegiatan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Cilamaya bakal jadi kawasan perkotaan. Namun tidak dibahas detail kaitan luas dan kegiatan yang akan dilangsungkan kedepan. Tapi yang jelas,  Cilamaya dan Rengasdengklok akan dilalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) untuk menambah pasokan listrik PLTGU berkapasitas ribuan mega watt. "Gak banyak bahas kotanya, namun lebih pada dampak lingkungannya saja. Termasuk pembangunan PLTGU," katanya.
Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan Amir mengatakan, pihak kecamatan dan 7 kepala desa diundang dalam rapat baru-baru ini. Tim KLHS sudah bergerak untuk menyusun RDTR bahwa Rengasdengklok dan Cilamaya Wetan mau dijadikan kawasan perkotaan tahun 2034. Bahkan, hasil kajian yang memotret kapasitas pemangku kepentingan seperti pemerintah maupun non pemerintahan seperti pendidikan, ormas, LSM, tokoh dan lingkungan Cilamaya sudah dilakukan.
Walhasil, isu strategis jangka panjang yang acuannya adalah amanat Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009, maka KLHS menyusun persiapan 1.206,49 hektare lahan untuk dijadikan kawasan perkotaan di Cilamaya Wetan, itu sebut Amir meliputi Desa Tegalsari, Tegalwaru, Mekarmaya, Cilamaya, Muara, Rawagempol Wetan dan Sukatani. Berdasarkan tujuannya, pelaksanaan KLHS ini sasarannya dibuatkan zonasi kawasan perkotaan tahun 2031, dimana tata ruangnya sudah ditelaah tim perencana RDTR. "Kita diporsikan kawasan perkotaan di 7 desa berdasarkan tim perencana RDTR," katanya.
Amir menambahkan, dirinya mewakili camat menghadiri undangan DLHK, menyusun rencana Cilamaya jadi perkotaan jangka panjang. Maka dibuat draft penyusunan sebagai persiapan strategisnya untuk perencanaan tata ruang dan kajian lingkungannya. Mulai jumlah penduduk, air bersih, sungai, infrastruktur, sarana keagamaan, perdagangan dan lainnya. Pembangunan itu masih dalam tahap rencana, karena saat ini sudah ancang-ancang persiapan pembangunan PLTGU yang akan digarap PT Jawa Satu Power (JSP) yang menghubungkan Cilamaya sampai Rengasdengklok. "Kades banyaknya diwakili sih, jadi yang hadir kemarin kebanyakan sekdes dan perangkat desanya," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template