Brukk..Tenda Muludan Ambruk Disapu Angin - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Brukk..Tenda Muludan Ambruk Disapu Angin

Brukk..Tenda Muludan Ambruk Disapu Angin

Written By Angga Praditya on Selasa, 12 Desember 2017 | 12.00.00

Pejabat Kocar Kacir di Kompleks Makam Adipati Singaperbangsa

CILAMAYA WETAN, RAKA - Untuk kali ketiga sepanjang kepemimpinan Bupati Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Ahmad Jimmy Zamakhsyari, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan hari jadi Karawang versi hitungan hijriyah, rutin diguyur hujan angin dan petir. Hal serupa juga terjadi, Senin (11/12) sore kemarin.
Tenda-tenda yang sebelumnya kokoh berdiri mendadak tersapu angin dan ringsek di beberapa titik dan nyaris menelan korban. Bahkan saat acara dimulai, hujan deras yang mengguyur sekitar satu jam cukup merepotkan sejumlah panitia untuk menggeser peralatan kabel, karena kondisi di komplek makam para bupati Karawang di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, itu banjir.
Kuncen Kompleks Makam Adipati Singaperbangsa Ustad Ade Cahya mengatakan, pengalaman dua tahun setiap kali acara maulid di Manggung digelar selalu diguyur hujan, pihaknya bersama para kuncen lainnya dua bulan sebelum bulan Rabiul Awwal sudah mengingatkan agar pelaksanaan HUT Karawang tetap digelar 10 Rabiul Awwal. Dan jika melaksanakan seremonial maulid, dimintanya agar pemkab memprioritaskan kegiatannya di Manggungjaya sebelum acara-acara lainnya, baik urusan pemerintahan maupun keagamaan. Ultimatum yang disampaikan para kuncen ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) itu, sebut Cahya, diabaikan oleh pemkab. "Pertama, perayaan sakral yang seharusnya dilaksanakan 10 maulid, justru diundur menjelang akhir maulid dengam alasan kompleks makam sedang direhab. Kedua, digelar maulid di Manggung, tapi menempatkan perayaan sisa, karena acara dimulai pukul 14.00. Padahal setiap tahun tahun bupati siapapun selalu digelar pagi hari. Banyak acara apapun, sesibuk apapun, tolong, acara maulid dan hari jadi Karawang itu diutamakan. Pagi hari, bukan sore hari," sesalnya.
Percaya atau tidak, kegiatan maulid selama kepemimpinan Cellica-Jimmy ini selalu diguyur hujan deras disertai angin. Seolah-olah awan hitam itu mengikuti bupati. Buktinya, saat bupati datang dan acara dimulai, hujan angin langsing datang. "Sakral itu tak bisa diatur-atur, tapi ini adat yang seharusnya dilaksanakan pemkab. Biasanya acara dilakukan 10 maulid. Ini tidak. Biasa pagi hari, ini sore. Jangan bilang sedang musim hujan, toh pagi harinya kan gak hujan," selorohnya.
Di sela sambutan dengan cuaca hujan deras dan angin, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengakui bahwa acara 10 Maulid kemarin mendadak,  namun tak mengurangi kekhidmatan karena dia bersama OPD ziarah bersama. Sementara kegiatan perayaan maulidnya dilaksanakan 11 Desember sebagaimana arahan Kabag Kesra. Ia memohon maaf karena tidak dilaksanakan tepat tanggal 10 Mulud seperti biasa, karena alasan kompleks makam sedang masa rehab. Apalagi di perayaan sebelumnya, dia sudah berjanji akan menuntaskan infrastruktur makam para leluhur Karawang ini tahun 2017. Dan tahun 2018 nanti kompleks makam para bupati bisa menjadi lokasi wisata sejarah masyarakat. "Saya minta maaf tidak melaksanakan perayaan di 10 maulidnya,  karena seperti yang kita lihat musala juga tuh masih dalam perbaikan," katanya.
Semoga saja sambung Cellica, hujan yang turun bisa membawa berkah dengan doa semuanya. "Kalau kita berdoa saat hujan, Insya Allah diijabah,  semoga hujan ini adalah hujan rahmat," harapnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template