Bikin SIM Rp 600 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bikin SIM Rp 600 Ribu

Bikin SIM Rp 600 Ribu

Written By Admin Raka on Sabtu, 16 Desember 2017 | 11.00.00

Untuk Sertifikat Mengemudi

PURWAKARTA,RAKA- Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Purwakarta pertanyakan regulasi pembuatan surat izin mengemudi (SIM) yang diduga terlalu memberatkan masyarakat khususnya terkait biaya pembuatannya.
Sekretaris Bidang Peguruan Tinggi dan Kepemudaan HMI Purwakarta Muhamad Ilham Maulana mengatakan, banyak warga yang mengeluh terkait mahalnya pembuatan SIM. "Banyak warga yang curhat terkait mahalnya membuat SIM hari ini gara-gara harus ada sertifikat sekolah mengemudi, kalau mau bikin SIM. Kurang lebih Rp 500 ribu untuk SIM roda dua dan Rp 600 untuk SIM roda empat," ungkap Ilham, kepada Radar Karawang, Jumat (15/12).
Dirinya juga mengatakan, pembuatan sertifikat diarahkan ke pihak ketiga yaitu sekolah mengemudi yang dinaungi oleh PT Sinar Pajajaran. "Masyarakat jangan mau dibodohi dan harus kritis, kok bisa-bisanya membuat SIM semahal itu. Bisa jadi dengan mahalnya pembuatan SIM masyarakat lebih memilih tak mau membuat SIM daripada harus membayar mahal," Ujar pemuda yang juga menjabat sebagai kordinator Forum Gerakan Mahasiswa Purwakarta (Forkastra).
Diteruskannya, sesuai dengan hasil rapat koordinasi bidang perguruan tinggi dan kepemudaan, HMI Purwakarta akan mengadakan audiensi terkait permasalahan tersebut kepada Polres Purwakarta. "Kami mengajak seluruh elemen mahasiswa di Purwakarta, untuk turut serta menjernihkan persoalan yang sedang ramai diperbincangkan terkait pembuatan SIM ini, sehingga ada solusi dan masyarakat tidak ribut lagi," paparnya.
Sementara itu, Iptu Asep Iman Hermawan Kanit Regiden (Registrasi dan identifikasi) Polres Purwakarta mengatakan, proses pembuatan SIM sesuai dengan Peraturan Kapolri tahun 2012 dan Undang-undang lalu lintas Nomor 22 tahun 2009. "Disitu dijelaskan dalam pasal 77 ayat 1 2 dan 3. Tapi yang masuk soal sertifikat itu ayat 3. SIM A SIM B tidak diarahkan hanya yang diwajibkan ada sertifikat itu untuk kendaraan umum seperti SIM untuk mengemudi angkot, ataupun bus," terangnya.
Dia juga menjelaskan, membuat SIM bisa memakai sertifikat juga bisa berlatih sendiri. "Bisa sertifikat bisa juga berlatih sendiri, untuk ada sertifikat itupun dari pengelola jasa pengemudi yang legal," papar Asep.
Lebih lanjut Asep mengatakan, sesuai dengan aturan yang berlaku, tidak diwajibkan bagi yang mau membuat SIM pakai sertifikat. "Kami juga tidak mewajibkan adanya sertifikat, sesuai UU tadi. Pasal 77 ayat 4 menyebutkan, untuk mendapatkan surat izin mengemudi kendaraan bermotor umum, calon pengemudi wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan pengemudi angkutan umum. Jadi tidak semua diwajibkan," pungkasnya. (cr2)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template