Berbahaya Menyeberang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Berbahaya Menyeberang

Berbahaya Menyeberang

Written By Angga Praditya on Kamis, 14 Desember 2017 | 19.00.00

Kereta Api Belum Melintas

KARAWANG, RAKA - Penyebab tingginya angka kecelakaan di perlintasan pintu kereta api Tuparev, selain kecerobohan pengendara menerobos perlintasan sebelum kereta api melintas, juga ketidakpatuhan terhadap rambu-rambu lalulintas.
Seperti diungkapkan Sidik, penjaga perlintasan pintu kereta api Tuparev, Rabu (13/12) siang, kecelakaan terjadi lantaran pengendara tidak sabar menyeberang menunggu kereta api melintas. Padahal peringatan sudah diberikan agar tidak menerobos palang pintu perlintasan. "Rata-rata korban tewas karena menyeberang sebelum kereta api melintas. Dalam dua bulan terakhir sudah empat korban tewas sepanjang 300 meter dari stasiun kereta api Karawang kota hingga perlintasan pintu kereta api Tuparev," ucap Sidik.
Sidik menambahkan korban tewas di perlintasan kereta api Tuparev didominasi akibat memotong jalur dan tidak mengindahkan peringatan petugas. "Biasanya pengendara yang dibelakang yang berlaku ceroboh. Mereka tidak tahu kalau sebelumnya petugas sudah memperingatkan kereta melintas dari kanan kiri. Jadi setelah kereta pertama melintas mereka langsung menyeberang. Padahal saat itu masih ada kereta dari arah berlawanan akan melintas," terang Sidik.
Sidik menyebutkan istilah Perwis untuk kondisi lalulintas kereta api apabila yang melintas dua kereta api dari arah berlawanan sekaligus. Artinya, ada kereta secara bersamaan melintas dari arah barat (Cikampek menuju Jakarta) dan sebaliknya arah Timur (Jakarta menuju Cikampek). Untuk situasi seperti itu petugas biasanya langsung mengamankan palang pintu dan mengingatkan pengendara kereta akan melintas dari dua arah. "Kondisi Perwis atau kanan kiri ini paling banyak terjadi korban. Rata-rata korban tidak menyadari kalau setelah kereta pertama melintas masih ada kereta lain akan melintas," jelas Sidik. 
Ketika disinggung lamanya palang pintu terbuka, sehingga sering memicu ketidaksabaran pengendara, Sidik mengatakan, palang pintu terbuka dan tertutup setelah ada sinyal peringatan. Selama kondisi belum dinyatakan aman palang pintu tidak akan terbuka. "Sinyal kereta api sudah berbunyi sekitar 3 km dari jarak kereta api saat itu dan diikuti tertutupnya palang pintu kereta api. Sedang petugas bergerak mengamankan jalur perlintasan sampai kereta api melintas," ucap Sidik.
Selain itu Sidik juga mengingatkan jika saja pengendara patuh aturan lalulintas dan mau mengantre di jalur yang benar sampai kereta api melintas tingginya angka kecelakaan bisa diminimalkan, bahkan kemungkinan tidak akan terjadi. Apalagi palang pintu tidak memungkinkan pengendara untuk menerobos. "Persoalannya ada di pengendaranya. Mereka tidak menggunakan jalur benar menunggu kereta api melintas tetapi di jalur sebelahnya yang harusnya dikosongkan karena merupakan jalur kendaraan yang datang dari arah berlawanan," ucapnya.
Sidik menambahkan, untuk mengatasi hal itu, pengendara yang menunggu kereta api melintas di jalur yang salah itu harus diperingatkan supaya mengantre di jalur yang benar yang ada palang pintu kereta apinya. "Kalau kita mengingatkan sudah sering malah sering dibentak sama pengendara karena itu urusan polisi. Makanya saya menyarankan agar ada pos polisi di dekat pintu perlintasan kereta, sehingga pengendara tidak menggunakan jalur yang salah untuk menunggu kereta melintas. Bila perlu ditilang saja, pasti mereka takut," tandas Sidik.
Berdasar pantauan radar Karawang, posisi badan jalan Tuparev yang dua jalur dengan jumlah dua palang pintu memang sudah benar. Karena dua jalur lagi semestinya dikosongkan karena merupakan jalur kenderaan dari arah ramayana menuju jalur bisnis Tuparev setelah kereta api melintas. Kondisi seperti itu yang terkadang membuat mereka lengah menerobos perlintasan pada saat situasi lalulintas kereta api dalam posisi perwis (kanan kiri) karena khawatir ditabrak kendaraan dari arah depan setelah kereta lewat atau ditilang polisi karena berhenti di jalur kendaraan lain. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template