Beras Organik Masih Mahal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Beras Organik Masih Mahal

Beras Organik Masih Mahal

Written By Admin Raka on Minggu, 31 Desember 2017 | 15.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Harga pangan organik masih menjadi incaran konsumen kelas menengah atas. Selain masih langka, pangan organik dianggap lebih sehat tanpa campuran bahan kimia selama masa pertumbuhan.
Kepala UPTD Pertanian Kecanatan Lemahabang Dedi mengatakan, mengkonversikan metode tanam dari yang biasa dengan pestisida kimia ke Organik memang tidak semudah yang dibayangkan. "Butuh proses dan tahapannya untuk mengembalikan kesuburan tanah melalui pupuk organik karena kesuburan tanah menentukan pada siklus pertumbuhan tanaman dan hamanya," ucap Dedi, Jumat (29/12).
Bahkan, terang Dedi, untuk beras saja misalnya, dari yang biasa dijual di kisaran Rp 8 - 10 ribu/kg tetapi beras organik ternyata mencapai kisaran Rp 18 ribu/kg.
Karenanya beras organik ini dinilai lebih menjanjikan dari sisi ekonomi saat ini ketimbang beras varietas non organik. Untuk itu, model cocok tanam organik harus semakin digalakan,  termasuk di Lemahabang yang saat ini varietasnya mulai dikembangkan dan menunggu sertifikasi benih organiknya di Desa Ciwaringin. "Tidak mudah memang mengalihkan dari metode bertani menggunakan bahan Kimia ke organik. Tapi ya harus dicoba karena hasilnya juga lebih besar," katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ir Kadarisman mengatakan soal pangan stoknya bisa aman harus memenuhi unsur Pasar, harga yang murah, konsumsi dan keamanan pangan. Karenanya, DKP selalu menjalin koordinasi dengan pihak kesehatan soal kesehatan buah dan pangan yang layak konsumsi. Mengembalikan kebiasaan mengkonsumsi makanan ke makanan organik, bukan berarti melarang para petani menggunakan bahan kimia dan pestisida, namun mengingatkan untuk jangan menggunakan pestisida secara berlebihan.
"Boleh saja mengunakan pestisida tapi waktunya harus tepat, termasuk terhadap tanaman buah-buahan dan sayuran. Yang terpenting hindari menggunakan borak dan formalin," ucapnya.
Lebih Jauh Mantan Kepala Dinas Pertanian ini menambahkan, beras organik dan sehat memang saat ini memang sudah dikonsumsi kalangan warga kalangan menengah ke atas. Jikapun mahal, itu dalam batas wajar karena belum semua petani menggunakan varietas benih maupun tanam secara organik. "Secara bertahap tingkat penggunaan bahan kimia akan dikurangi dan penggunakan pupuk organik ditingkatkan. Sehingga ke depannya lahan persawahan di Karawang akan kembali subur dan panen petani meningkat," ucapnya. (rud)

Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template