Banyak Tukang Kerupuk di Perlintasan Nyangkokot, Ada Apa? - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Tukang Kerupuk di Perlintasan Nyangkokot, Ada Apa?

Banyak Tukang Kerupuk di Perlintasan Nyangkokot, Ada Apa?

Written By Angga Praditya on Rabu, 27 Desember 2017 | 18.00.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Menjelang liburan panjang Natal dan Tahun Baru sepanjang jalan perlintasan Kampung Nyangkokot, Desa Wanasari, Telukjambe Barat dipenuhi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) kerupuk dan keripik. Aktifitas para pedagang ini sudah menjadi rutinitas setahun sekali.
"Bukan saja liburan Natal dan Akhir tahun saja kami berjualan akan tetapi ketika ada waktu liburan panjang baik liburan Idul fitri dan liburan lainnya, kami serentak berjualan. Tapi kami hanya menjual kerupuk, keripik dan makanan ringan saja, dan jualan kami pun tidak gunakan tempat permanen, agar selepas sepi pengunjung, kami bisa lepas warung kembali," ucap Enur (30) PKL asal Kampung Bakan Rangon, Desa Jatimulya kepada Radar Karawang, Selasa (26/12).
Diterangkan Enur, pedagang disana saat ini jumlahnya Sekitar 123 orang. Semua berjualan hampir di bahu jalan arah kanan menuju ke selatan Karawang dengan jenis jualan kerupuk yang sudah menjadi ciri khas warga di sekitar.
Ditempat terpisah, Tatang (29) PKL lainnya menjelaskan, pembeli biasanya membeli oleh-oleh selepas melancong dari arah selatan. Diakuinya, berjualan di tempat itu cukup unik karena ketika pagi hari hampir seluruh pedagang sepi peminat. "Paling pukul 15.00 WIB sampai malam baru banyak pembeli. Rata-rata mereka bukan asli wilayah sini, kadang dari Jakarta, Bekasi, Cikarang, Tambun bahkan dari luar Jakarta," terang Tatang.
Bahkan jelas Tatang, ada yang datang dari Lampung juga Bandung. "Biasanya mereka memarkirkan kendaraannya di tempat yang luas, dan kadang sambil melintas, meminggirkan kendaraan sekedar membeli beberapa oleh-oleh untuk di bawa pulang," jelasnya.
Kepala urusan Keamanan dan Ketertiban Desa Wanasari H. Lukman (45) membenarkan bukan tanpa izin mereka berjualan, sejauh ini para pedagang meminta izin kepada pemerintah setempat.  "Semuanya pedagang berjualan hanya sepekan saja. Selepas itu mereka kembali berjualan di beberapa tempat. Ada yang di rest area jalan tol, bahkan di pusat-pusat oleh-oleh yang ada di Purwakarta dan Bandung. Ritual mereka berjualan seperti sudah menjadi keunikan di wilayah kami," tuturnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template