Banyak Pedagang Dadakan di Jalan Desa Sukaluyu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Pedagang Dadakan di Jalan Desa Sukaluyu

Banyak Pedagang Dadakan di Jalan Desa Sukaluyu

Written By Admin Raka on Jumat, 29 Desember 2017 | 15.15.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Hampir di sepanjang jalan utama Telukjambe dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) yang akan memanfaatkan momentum pergantian tahun baru mencari rejeki. Sayangnya, dari sejumlah pedagang ada yang nekat menggelar lapak hingga menyentuh bahu jalan, sehingga bukan saja berbahaya bagi dirinya tetapi juga membahayakan pengendara yang melintas di jalan tersebut.
"Bahu jalan banyak dipakai untuk berjualan, dan jalan jadi sempit buat aktivitas kendaraan, jadi banyak mengalahnya jika dua sisi dilalui kendaraan, terutama jenis mobil," papar Yessi (30) warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Barat, kepada Radar Karawang, Kamis (28/12).
Menurutnya, jalan sebelumnya tidak ada pedagang yang berjualan di pinggiran jalan, tapi setelah banyak kaum urban yang mengadu nasib bekerja di Kabupaten Karawang maka pedagang banyak bermunculan. Demikian H. Edi (61) pemilik pencucian mobil di Jalan Ronggowaluyo, pun menerangkan Pedagang kaki lima (PKL) Di jalan utama Telukjambe, Tidak ada, dan menjamurnya pedagang mulai ada pada tahun 2001 selain pedagang dadakan yang memanfaatkan momentum pergantian tahun.
Diantara yang membuat sepanjang jalan itu banyak PKL nya karena sekarang banyak pabrik-pabrik sehingga banyak karyawan yang melintasi ruas tersebut. "Mereka bukan asli orang sini, rata-rata mereka pendatang, dan berjualan karena menurutnya banyak warga beda wilayah yang ingin merasakan makanan asli khas daerahnya masing-masing. Nah itu yang membuat pedagang berjamur, lalu disusul dengan warga sekitar juga yang berjualan," jelasnya.
Senada itu Yanti (29) pedagang nasi ala sunda menjelaskan dirinya memanfaatkan momen warga pendatang yang bekerja di beberapa kawasan industri Karawang. Ia pun tidak menampik bahwa ada untung rugi dengan kehadiran para kaum Urban itu. "Semua kan ada baik dan jeleknya kan, cuma saya melihat sisi bisnis yang bisa dimanfaatkan saja. Persoalannya jalan menjadi sempit tetapi kami kan tidak jualan dari pagi sampai malam hanya di pagi hari saja," ucapnya.
Selain jalur lintas Desa Sukaluyu jalur lintas Desa Wanasari di Kecamatan Telukjambe Baratpun ramai PKL dadakan. Mereka berjualan kerupuk dan keripik. Puluhan PKL dadakan selalu hadir memanfaatkan momentum-momentum penting hari besar, seperti saat ini perayaan Natal dan Tahun. "Bukan saja liburan Natal dan Akhir tahun saja kami berjualan akan tetapi ketika ada waktu liburan panjang baik liburan Idul fitri dan liburan lainnya, kami serentak berjualan. Tapi kami hanya menjual kerupuk, keripik dan makanan ringan saja, dan jualan kami pun tidak gunakan tempat permanen, agar selepas sepi pengunjung, kami bisa lepas warung kembali," ucap Enur (30) PKL asal Kampung Bakan Rangon, Desa Jatimulya, Kecamatan Telukjambe Barat. (yfn)
Berbagi Artikel :
 
Support by : Admin Mang RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template