Air Tawar di Ciwulan Rp 12 Juta - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Air Tawar di Ciwulan Rp 12 Juta

Air Tawar di Ciwulan Rp 12 Juta

Written By Angga Praditya on Sabtu, 30 Desember 2017 | 18.00.00

TELAGASARI, RAKA - Belum ada penelitian pasti mengapa air di Desa Ciwulan, Kacamatan Telagasari terasa asin. Padahal dibanding desa-desa tetangganya Desa Ciwulan posisinya lebih jauh dari laut. Sementara masyarakat yang ingin mendapatkan air tawar terpaksa menggali sumur hingga kedalaman diatas 80 meter. Air seperti itu bisa didapat dengan biaya 12 juta rupiah.
Kades Ciwulan Asep Tarwan terkait itu, Jumat (29/12) mengatakan kondisi tanah di Desa Ciwulan dilingkari Sungai Cibulan Bulan, baik dari arah utara, selatan, barat dan timur. Dibawah permukaan tanah, seperti informasi yang didapat Asep memang banyak bebatuan cadas. Karakter tanah seperti itu memang tidak sulit air. Karena untuk mendapatkan air cukup menggali sedalam 12-20 meter. Tetapi airnya hanya bisa digunakan untuk kebutuhan mencuci dan mandi saja karena dinilai kurang untuk dikonsumsi lantaran ada rasa asin.
Makanya masyarakat yang menginginkan air layak konsumsi untuk keperluan memasak dan minum serta tidak asin harus menggali sumur minimal dengan kedalaman 80 - 90 meter, itupun jarang yang sanggup kecuali yang ahli tukang gali/ngebor sumurnya. Karena, dengan kedalaman demikian, mendapatkan air layak konsumsi itu membutuhkan waktu sekitar semingguan.
Untuk itu biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit. Jika sumur biasa dengan kedalaman belasan meter cukup dengan uang Rp 850 ribu maka sumur dengan kualitas air layak konsumsi ini bisa mencapai Rp 12 juta. "Mendapati air enak diminum disini bikin sumurnya saja mahal karena harus dengan kedalaman minimal 80 meteran dan biayaanya belasan juta rupiah," tandas Asep.
Asep menambahkan,  sejauh ini belum ada penelitian ilmiah yang menjabarkan mengapa di Desa Ciwulan airnya asin,  padahal jauh dari pesisir laut.  Karenanya,  jika hendak memasak air untuk keperluan minum dan memasak sayuran misalnya,  mayoritas masyarakat tidak menggunakan air sumurnya sendiri,  melainkan di sumur-sumur yang sudah dibangun setiap tahunnya dibeberapa titik. 
Tercatat, belasan sumur layak konsumsi sudah ada di Ciwulan dan tersebar di semua kedusunan, sehingga masyarakat yang memerlukan air tersebut setiap hari harus mengambil dengan jerigen-jerigen besar.  Kecuali bagi masyarakat yang memang menengah atas yang mampu membayar tukang gali hingga belasan juta rupiah, rata-rata membuat sumur sendiri dengan kualitas air layak konsumsi. "Tidak ada penelitian pasti yang mengkaji, mengapa di desa ini airnya asin dan keset," katanya.
Lebih jauh ia pastikan, setiap tahun akan terus ada perluasan penambahan sumur dengan kualitas air enak diminum, termasuk ditahun 2018 yang rencananya akan dibangun di dua titik lagi. Sehingga, akses masyarakat mendapatkan air layak konsumsi ini bisa  lebih dekat dan mudah di dapat. "Rencananya dari anggaran desa kita siapkan setiap tahun sumur Cai Ngeunah (air tidak asin) di Desa Ciwulan ini, "pungkasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template