Ahmad Fajar: Karawang Penerima DBH Cukai - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ahmad Fajar: Karawang Penerima DBH Cukai

Ahmad Fajar: Karawang Penerima DBH Cukai

Written By Admin Raka on Senin, 11 Desember 2017 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Komisi A DPRD Karawang merasa heran jika hingga saat ini pemerintah daerah belum juga membangun Rumah Sakit Paru. Padahal penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemda tidak sedikit.
Di Karawang berdiri pabrik rokok, yang secara langsung mendapatkan akses dari eksistensi pabrik tersebut. Misalkan dalam hal serapan pendapatan cukai atas tingginya produksi rokok. "Pemda Karawang turut menerima pendapatan atas Dana Bagi Hasil atas Cukai Tembakau. Namun entah mengapa seolah tidak serius mewujudkan rumah sakit paru di Karawang," tandas anggota Komisi A DPRD Karawang Ahmad Fajar dimintai pendapatnya terkait keinginan sebagian warga agar Karawang memiliki RS Paru, Minggu (10/12).
Ahmad bahkan meminta pembuktian masyarakat betapa tingginya jumlah pasien pengidap penyakit paru di Karawang dan mereka harus jauh-jauh ke Kabupaten Bandung hanya untuk mendapatkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
 "Kalau rumah sakit paru ini ada di Karawang, berapa banyak biaya yang bisa di hemat masyarakat untuk mengobati anggota keluarganya yang sakit," ucapnya.
Karenanya, sebut Fajar, dia akan terus mendesak agar Dinkes segera mewujudkan pembangunan rumah sakit paru yang tentunya dengan diimbangi langkah konkrit berupa politik hukum dengan membentuk Perda tentang Pembentukan Rumah Sakit Paru atau politik anggaran dengan memberikan saran atau pendapat dalam rencana APBD Karawang.
"Saya rasa, Dinkes memerlukan dukungan dan dorongan dari semua pihak. Terutama dari Pemda sebagi kuasa pengguna anggaran publik atau negara agar apa yang menjadi keinginan masyarakat dapat terpenuhi," ungkapnya.
Hal sama pun disampai H.
Endang Sodikin anggota Komisi D DPRD Karawang. Dia mendesak agar pembangunan rumah sakit paru dapat segera direalisasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang.
 Selain keberadaannya yang penting bagi masyarakat juga menjadi bagian dari amanah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau kepada pemda untuk dibangunkan rumah sakit yang representatif bagi penderita penyakit paru.
 "Teknisnya sudah dibuatkan DED dan Master Plannya sudah ada, tinggal bagaimana Dinkes menjalankan amanah tersebut, terlebih anggaran yang disediakanpun cukup besar," ungkapnya.
Endang juga menyampai jika anggaran pembangunan RS Paru mencapai sekitar Rp 128 miliar dan penting bagi Dinkes agar dapat mewujudkan harapan masyarakat, sehingga ditahun 2018 mendatang Kabupaten Karawang sudah memiliki rumah sakit Paru. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat keluar dari kabupaten Karawang hanya untuk sembuh.
 (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template