2018 Rumah Sakit Paru Dibangun - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 2018 Rumah Sakit Paru Dibangun

2018 Rumah Sakit Paru Dibangun

Written By Angga Praditya on Selasa, 26 Desember 2017 | 17.00.00

TELUKJAMBE, RAKA - Keberadaan Rumah Sakit Paru di Karawang agaknya menjadi hal paling dinanti-nanti masyarakat, terutama yang menderita penyakit paru. Sebab, dengan adanya rumah sakit tersebut warga Karawang penderita penyakit paru tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar Karawang untuk mengobati penyakitnya. Sayangnya, sampai saat ini rumah sakit itu tak kunjung berdiri.
Lambannya Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memahami perlunya rumah sakit paru itu tidak hanya diasumsikan miring oleh masyarakat tetapi juga menimbulkan rasa heran di kalangan anggota dewan, jika hingga saat ini pemerintah daerah belum juga membangun Rumah Sakit Paru. Padahal penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Pemda tidak sedikit.
"Pemda Karawang turut menerima pendapatan atas Dana Bagi Hasil atas Cukai Tembakau. Namun entah mengapa seolah tidak serius mewujudkan rumah sakit paru di Karawang," tandas anggota Komisi A DPRD Karawang Ahmad Fajar, beberapa waktu lalu ketika dimintai komentarnya terkait belum dibangunnya Rumah Sakit Paru hingga sekarang. Dia mengatakan di Karawang berdiri pabrik rokok, yang secara langsung mendapatkan akses dari eksistensi pabrik tersebut. Misalkan dalam hal serapan pendapatan cukai atas tingginya produksi rokok.
Ahmad bahkan meminta pembuktian masyarakat betapa tingginya jumlah pasien pengidap penyakit paru di Karawang dan mereka harus jauh-jauh ke Kabupaten Bandung hanya untuk mendapatkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.
"Kalau rumah sakit paru ini ada di Karawang, berapa banyak biaya yang bisa di hemat masyarakat untuk mengobati anggota keluarganya yang sakit," ucapnya.
Anggota Komisi D DPRD Karawang H.
Endang Sodikin pun mengungkapkan hal sama. Dia malah mendesak agar pembangunan rumah sakit paru dapat segera direalisasikan oleh Dinas Kesehatan.
Selain keberadaannya yang penting bagi masyarakat juga menjadi bagian dari amanah Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau kepada pemda untuk dibangunkan rumah sakit yang representatif bagi penderita penyakit paru.
 "Teknisnya sudah dibuatkan DED dan Master Plannya sudah ada, tinggal bagaimana Dinkes menjalankan amanah tersebut, terlebih anggaran yang disediakanpun cukup besar," ungkapnya.
Sebelumnya rumor belum mumpuninya sumber daya manusia (SDM) di dinas kesehatan menjadi alasan belum terbangunnya rumah sakit paru, hal itu tidak ditampik Karena pejabat dinkes sama sekali tidak menguasai keilmuan kontruksi. Tetapi setelah melibatkan seluruh pihak, dinkes akhirnya mau melaksanakan pembangunan tersebut. Salah satunya sudah dilakukan pembelian lahan untuk rumah sakit paru. "Saya tidak menampik soal adanya kekhawatiran sejumlah pejabat di lingkungan dinkes terkait pembangunan rumah sakit ini yang menadi kendala belum terbangunnya rumah sakit paru,' ucap Ketua Komisi D Pendi Anwar.
Sementara itu, menyinggung Dana Bagi Hasil Cukai dan Tembakau yang bisa dioptimalkan sebagai bagian anggaran pembangunan, anggota Komisi D, Asep Saepudin menambahkan dana DBHCT sendiri sudah digunakan untuk membayar konsultan, Desain Enginering Detail (DED) dan pembelian lahan. "Tidak seperti tahun 2016 ke belakang yang tidak ada progres. Sekarang pembangunan rumah sakit tersebut akan segera dilakukan. Kami pun menekankan agar pada tahun 2018 mendatang proses pembangunan fisik sudah mulai dilakukan," tandas Asep. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template