Warga Telukjambe Minta Rambu Lalulintas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Telukjambe Minta Rambu Lalulintas

Warga Telukjambe Minta Rambu Lalulintas

Written By Angga Praditya on Senin, 27 November 2017 | 15.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Ada istilah pembangunan jalan urusan pemerintah, soal keselamatan pengguna jalan diserahkan kepada warga masing-masing. Isilah ini tepat dialamatkan kepada penyelenggara jalan raya yang membuat jalan tanpa trotoar jalan. Sehingga tidak ada jaminan penggunakan jalan bisa berjalan di bagian jalan yang aman. 
Penelurusan Radar Karawang Minggu (26/11), kondisi seperti itu terlihat disepanjang jalan utama Badami Loji, terutama perlintasan Jalan Telukjambe Barat.  Akibatnya aktifitas pengguna jalan menjadi terganggu saat melintasi jalan raya. Baik pengendara maupun warga yang berjalan kaki sama-sama menggunakan bahu jalan sebagai lintas perjalanan mereka.
Ancaman terjadinya kecelakaan berpotensi besar, terutama ketika hari libur, sepanjang jalan perlintasan Karawang Selatan lebih banyak dilintas truk-truk besar sarat muatan. Terkadang kendaraan-kendaraan pengangkut material bangunan itu berjalan hingga melintasi bahu jalan. Padahal sebelumnya sudah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Karawang truk-truk besar dilarang melintas terutama hari Minggu. 
"Kalau bisa marka jalan di pasang di setiap tempat yang menjadi konsentrasi warga seperti sekolah, pasar dan aktifitas masjid dan waralaba. Tetapi saya lihat tidak ada marka jalan di ruas-ruas rawan kecelakaan itu," Ucap Faizal (35) pengemudi minibus dari kota Bekasi. Ketika itu Faizal dalam perjalanan menuju objek wisata di wilayah Kecamatan Tegalwaru.
Bahkan dia menambahkan hampir sepanjang jalan di Karawang Selatan sama sekali tidak ada marka jalannya. Padahal untuk lintas seperti di wilayah Karawan Selatan potensi kecelakaannya tinggi. "Kondisi jalan di wilayah Karawang Selatan ini menuntut agar para sopir kendaraan berhati-hati karena potensi kecelakaannya sangat tinggi," ucapnya.
Hal senada diutarakan Reza (30) pengendara motor yang juga akan mengunjungi lokasi wisata. Rata-rata badan jalan di lintas Karawang Selatan sempit, sudah itu kendaraan yang melintas besar-besar. Kondisi seperti itu mestinya ada marka jalannya sebagai pengaman jalan dilintasan sempit. "Saya kan orang baru yang tidak tahu kondisi jalan yang ada dimana pusat keramaian warga dan aktivitas penting lainnya. Sehingga ada khawatir jika saya melajukan kendaraan lebih cepat lagi. Bisa saja didepan saya tahu-tahu titik keramaian sehingga bisa memicu terjadinya kecelakaan," tandasnya.
Di lokasi yang sama, Ichwan (36) warga Kampung Karadak, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe barat, mengungkapkan ada sejumlah sekolah yang posisinya di pinggiran jalan utama. Dirinya selalu khawatir jika bubaran sekolah, banyak siswa keluar sekolah. Ada yang menyeberangi dan menyusuri jalan. "Suka ngeri melihat anak-anak yang menyusuri jalan. Mereka bisa saja jadi korban kecelakaan disambar kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Beda jika ada rambu-rambu peringatan berhati-hati. Minimal jarak 100 meter ada informasi bahwa disitu ada sekolah, mungkin pengguna jalan akan memperlambat kendaraannya," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template