Warga Minta Pengatur Lalulintas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Minta Pengatur Lalulintas

Warga Minta Pengatur Lalulintas

Written By Angga Praditya on Jumat, 17 November 2017 | 14.00.00

*Lurah Dedi: Saya akan Usulkan ke Dishub

KARAWANG, RAKA - Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur akan berkunjung ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) untuk membahas mengenai upaya mengantisipasi terjadinya kecelakaan di sekitar ruas jalan Jembatan Sukamulya Johar.
Hal terungkap berdasarkan pengakuan Lurah Karawang Wetan Dedi Supardi menyikapi derasnya desakan warganya terhadap tingginya ancaman kecelakaan di sekitar Jembatan Sukamulya Johar, Kamis (16/11). Ada dua opsi yang ditawarkan, yakni menempatkan petugas baik linmas ataupun satpol PP untuk mengatur keluar masuknya kendaraan dari jembatan itu atau memasang rambu-rambu lalulintas.   
Saat ini ruas jalan masuk ke jembatan lebih tepat disebut perempatan jalan. Sebab kendaraan yang masuk ke jembatan datang dari empat arah. Baik dari arah Tanggul Johar maupun Jalan Bungursari yang menampung kendaraan dari arah Lamaran. Keduanya bisa langsung masuk ke jembatan Sukamulya. Selain dari arah Kodim dan Gang Remaja yang menampung kendaraan dari arah Jalan Tuparev. Dengan kondisi seperti itu, pantas kalau perempatan itupun saat ini menjadi ruas rawan kecelakaan.
Tingginya volume kendaraan yang melintasi jembatan itu pasca dibukanya jembatan itu untuk umum, dikeluhkan banyak orang. Seperti diungkapkan Kasih (45) warga Kelurahan Karawang Wetan dirinya setiap hari menggunakan Jalan Veteran Johar dan merasa resah dengan tingginya volume kendaraan di jalan itu sekarang ini.  "Sekarang makin penuh saja kendaraan usai adanya jembatan. Menurut saya dengan kondisi seperti ini perlu adanya petugas pengatur lalulintas, terutama di sekitar jembatan," ucapnya.
Sedang Aji Suryadi (63) warga Kampung Sukamurni yang juga di kelurahan yang sama mengutarakan hal serupa. Setelah diresmikannya jemabatan Sukamulya Johar otomatis ada dua ruas jalan yang berubah statusnya menjadi perempatan jalan. Kondisi seperti itu diperparah dengan tingginya volume kendaraan yang melintasi jembatan itu. "Usul saya mah jangan adakan petugas kalau bisa kasih rambu-rambu saja soalnya rawan," tuturnya.
Terkait persoalan kecelakaan, menurut Aji, jangankan setelah jembatan yang kini sudah permanen, sebelumnya saja sering terjadi kecelakaan, terutama setelah ada bagian jalan yang dilebarkan. "Kecelakaan sering terjadi disini memang kalau setelah jembatan diresmikan belum ada, Kalau bisa kasih rambu-rambu supaya yang melintas tidak seeenaknya," tandasnya.
Saat ditemui dikantornya Lurah Karawang Wetan. Dedi Supardi menyampaikan, pihaknya menyetujui dengan usulan warganya yang menginginkan agar disegerakannya pemberian peringatan rambu-rambu lalulintas, dikarenakan jikalau diadakannya petugas pihaknya menghawatirkan keselamatan petugas tersebut. "Saya akan usulkan ke Dinas Perhubungan untuk diadakan rambu-rambu," utasnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template