Wajib UNBK, SMAN 2 Klari Ngeluh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wajib UNBK, SMAN 2 Klari Ngeluh

Wajib UNBK, SMAN 2 Klari Ngeluh

Written By Angga Praditya on Senin, 20 November 2017 | 11.30.00

KLARI, RAKA - Berbagai upaya terus dilakukan oleh setiap sekolah menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya tahun pelajaran 2017-2018 semua SMA/SMK di Karawang wajib menggelar UNBK.
Meski kondisinya sampai saat ini banyak dikeluhkan oleh setiap sekolah terutama yang minim fasilitas pendukung untuk bisa menyelenggarakan UNBK. Ujung-ujungnya, orang tua siswa menjadi target untuk bisa membantu menyukseskan pelaksanaan UNBK.
Kepala SMAN 2 Klari, Unang Suryawan mengaku masih ragu jika harus melibatkan orangtua siswa dalam pelaksanaan UNBK nanti. Sebab, ada beberapa poin yang bisa disebut pungli jika meminta bantuan berupa uang kepada siswa maupun orangtua siswa. Namun kata dia, jika dalam musyawarah bersama orang tua disepakati dengan bahasa sumbangan, namun pada pelaksnaanya berupa pungutan, maka bisa saja terkena masalah. Oleh karenanya, sampai saat ini dirinya masih belum melaksnakan musyawarah dengan orangtua siswa. "Kalau nggak minta bantuan sama orangtua siswa gimana, kalau minta bantuan juga gimana, takut disangka pungli," ucapnya.
Dia menjelaskan hasil rapat dengan saber pungli provinsi dulu mengatakan, jika salah satu yang disebut sumbangan ialah uang yang diminta dari orangtua siswa tidak dibatasi dan untuk pengelolaan uang tersebut juga langsung dikelola oleh komite tanpa ada campur tangan dari pihak sekolah. Sedangkan yang disebut pungutan adalah uang yang dipungut dari orangtua siswa dengan dipatok nominalnya, meski berdasarkan hasil musyawarah dan pengelolaan dilakukan oleh pihak sekolah. "Yang paling penting semuanya harus berdasarkan hasil musyawarah," terangnya.
Seperti pada hasil rapat beberapa hari kemarin, beberapa sekolah yang diduga melaksnakan pungutan mengatasnamakan sumbangan adalah SMAN 5 Karawang Barat dan SMAN 1 klari. Meski dalam musyawarah bersama orangtua siswa berupa sumbangan, namun cara dan pengaplikasinya itu pungutan, maka itu tidak diperbolehkan. "Takut disangka pungutan, jadi ragu mau minta bantuan sama orangtua siswa," tambahnya lagi.
Sementara Ketua MKKS SMA Karawang, Dwi menyampaikan, bagi sekolah baru yang menyelenggarakan UNBK nanti mungkin akan banyak kekurangan dan kendala terkait fasilitas. Namun dalam kekurangan tersebur orang tua siswa juga bisa berperan dalam membantu kekurangan sekolah untuk pendidikan ananknya. "Justru orangtua siswa boleh membantu sekolah bagi yang kekurangan, asalkan tidak merasa keberatan dari orangtua itu sendiri," ucapnya.(yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template