Wabup Ancam Polisikan Pengembang Nakal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wabup Ancam Polisikan Pengembang Nakal

Wabup Ancam Polisikan Pengembang Nakal

Written By Mang Raka on Kamis, 09 November 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Pemerintah Kabupaten Karawang akan menggunakan jalur hukum untuk menyeret pengembang perumahan dan apartemen nakal yang belum menyerahkan fasos fasumnya, termasuk Tempat Pemakaman Umum (TPU).
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Karawang H. Ahmad Zamakhsyari saat rapat sosialisasi penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas (PSU) Perumahan dan Pemukiman, Rabu (8/11) di ruang rapat Bappeda Karawang. "Pemkab akan mempolisikan setiap pengembang perumahan dan apartemen yang belum atau tidak mau menyerahkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) serta fasos fasum kepada pemerintah daerah," tandas Wabup, dihadapan para pengembang perumahan yang hadir dalam rapat tersebut.
Masih ditegaskan wabup jika sikap Pemkab Karawang terhadap para pengembang perumahan sebenarnya sudah sangat fleksibel. Pemkab akan membantu setiap persoalan pengembang yang memiliki niatan baik untuk menyerahkan TPU maupun fasos-fasum. "Pengembang yang mau berkomunikasi dan memperbaiki kesalahan untuk menyerahkan TPU, fasos fasum, kita bantu total," tegas Wabup.
Sementara untuk kades dan camat yang ikut rapat, wabup juga memerintahkan agar segera mengurus penyerahan TPU dan fasos-fasum yang ada. "Perumahan yang belum bikin surat pernyataan kemampuan untuk menyerahkan TPU, fasos-fasum agar segera diurus. Yang tidak mau menyerahkan, kasih datanya ke pemda segera. Saya akan meminta Kapolres mencari itu orang, biar diurus oleh hukum," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Ramon Wibawa Laksana mengatakan dari 262 pengembang perumahan di Karawang, baru ada 102 perumahan yang telah menyerahkan TPU dan fasos-fasum. Sementara yang masih dalam proses penyerahan ada sebanyak 89 perumahan dan yang belum menyerahkan sebanyak 70 perumahan.
"Sebenarnya kami mengundang 79 pengembang perumahan. Tapi mereka yang masih ada kantornya cuma 38 pengembang dan yang hadir dalam rapat ini baru 18 pengembang. Makanya nanti ada rapat kedua,” tuturnya.
Dikatakan Ramon, sampai saat ini masih banyak pengembang yang belum menyerahkan TPU maupun fasos-fasum. Padahal ditegaskannya, Pemkab perlu menerima TPU dan fasos-fasum sebagai syarat untuk bisa melakukan pembangunan di masyarakat. "Banyak pengembang yang belum menyerahkan prasarana, sarana dan unilitas (PSU). Jadi pemda tidak bisa turun ke lapangan kalau ada persoalan. Contoh seperti jalan rusak dan PJU, kalau belum diserahkan Pemda tidak bis memperbaikinya," ucapnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template