Tidur Siang di Ruang Sidang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tidur Siang di Ruang Sidang

Tidur Siang di Ruang Sidang

Written By Angga Praditya on Selasa, 28 November 2017 | 12.00.00

Rapat Paripurna, Tujuh Dewan Absen 

KARAWANG, RAKA - Ada-ada saja prilaku pada aparatur sipil negara di Kabupaten Karawang. Entah karena habis begadang, atau merasa bosan dengan materi yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karawang di Gedung Paripurna, Senin (27/11) siang. Mereka malah tidur pulas berjamaah.
Seorang pejabat kecamatan yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya sudah berusaha agar tidak tertidur saat rapat paripurna. Namun, karena kelelahan sehabis pulang mengantar anak wisuda di Lampung dan baru sampai ke Karawang pukul 02.00 WIB, dirinya tidak kuat melawan rasa kantuk. "Padahal sudah bolak balik ke air untuk cuci muka, tapi tetap saja ketiduran," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Lain halnya dengan salah satu lurah di Karawang Barat yang juga terlihat tertidur, dia mengeluh setiap rapat dengan anggota dewan tidak pernah ada sarana pendukung untuk menguatkan mata agar terus melek. Misalnya kopi. "Sering kayak gini nih rapat sama dewan. Gak ada kopi atau cemilan," tuturnya yang juga mewanti-wanti agar namanya tidak disebut.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Karawang Ahmad Fajar mengatakan, beberapa anggota dewan juga tidak terlihat saat rapat penetapan raperda menjadi perda tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, Pelestarian Kebudayaan Daerah, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, serta Raperda tentang APBD tahun 2018.
Selain itu, dalam rapat tersebut juga dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Pansus Raperda tentang Kerjasama Daerah, dan pengumuman masa reses III DPRD Kabupaten Karawang tahun 2017. "Iya ada 7 anggota dewan yang tidak hadir. Saya belum tahu alasannya karena belum dicek, yang jelas secara tartib dengan tidak hadirnya yang 7 itu sudah memenuhi syarat yang ada," ungkapnya.
Mengenai sejumlah petinggi PNS yang tidur, Ahmad menyampaikan, perlu diketahui terlebih dulu apa yang membuat mereka tertidur saat rapat. Apakah ada faktor pribadi, misalnya kurang sehat atau ronda malam. "Saya rasa ngantuk itu manusiawi. Tapi tidak ada pembenaran ketika sedang melaksanakan kewajiban kerja," ujarnya.
Dia sedikit memberi tips agar tidak tertidur saat rapat, diantaranya cuci muka, minum kopi, atau olah tubuh. Kalau ternyata alasannya tidak ada sarana pendukung untuk melawan ngantuk seperti kopi, seharusnya bagian umum bisa mencukupi kebutuhan peserta rapat. "Jika diatur, rasa ngantuk bisa diatasi," tuturnya.
Secara terpisah, fungsionaris HMI Cabang Karawang Agung Septian Maulana menyebutkan, adanya PNS yang tidur di ruang rapat dan beberapa anggota dewan tidak hadir saat rapat paripurna sangat memalukan. Menurutnya, kondisi yang dipertontonkan tersebut merupakan potret ketidakseriusan wakil rakyat dan abdi negara mengurus rakyat. "Rapat sekelas paripurna saja terkesan tidak diindahkan, apalagi saat menjalankan tugas kesehariannya," ujarnya.
Ia menambahkan, hal berbeda terjadi jika para anggota dewan itu membahas kenaikan dana aspirasi. Mereka terlihat begitu antusias dan serius. "Jadi pantes kalau Karawang susah maju," sindirnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template